UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Tidak hanya menerjunkan ribuan mahasiswa ke tengah masyarakat, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UIN Siber Cirebon juga meluncurkan Program Relawan Pengabdian untuk Akselerasi Kampus Berdampak Tahun 2026, sebuah model pengabdian yang menempatkan mahasiswa terbaik di berbagai unit kerja strategis di lingkungan kampus.
Program yang mulai dilaksanakan pada 14 Juli 2026 ini menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mewujudkan Kampus Berdampak (Impactful University). Selama masa penugasan, setiap peserta menjalankan pengabdian dengan target minimal 240 jam, sekaligus memperoleh pengalaman profesional yang relevan dengan dunia kerja.
Salah satu unit yang menjadi lokasi penugasan adalah Humas dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Di unit ini, mahasiswa berperan sebagai mitra strategis dalam mendokumentasikan, mengemas, dan menyebarluaskan berbagai inovasi, prestasi, serta praktik baik yang lahir dari aktivitas sivitas akademika.
Menguatkan Dokumentasi, Memperluas Dampak Kampus
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan SDGs LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., menjelaskan bahwa Program Relawan Pengabdian dirancang untuk memperkuat budaya dokumentasi sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi publik universitas.
“Program ini bertujuan mendokumentasikan, merangkai, dan menyebarluaskan berbagai capaian, praktik baik, inovasi, serta nilai-nilai positif yang tumbuh di setiap unit kerja. Harapannya, seluruh aktivitas tersebut tidak hanya menjadi arsip institusi, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat serta memperluas dampak UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa tidak mengambil alih tugas utama unit kerja, melainkan menjadi mitra dokumentasi dan komunikasi yang bekerja secara kolaboratif bersama dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh sivitas akademika.
Selama menjalankan pengabdian mulai 14 Juli 2026, peserta diwajibkan memenuhi minimal 240 jam kerja. Dalam kurun waktu tersebut, mereka aktif melakukan peliputan kegiatan, menyusun berita, membuat konten kreatif, melakukan wawancara, mendokumentasikan foto dan video, hingga mendukung publikasi digital sebagai bagian dari penguatan komunikasi publik universitas.
“Target 240 jam bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar nyata agar mahasiswa memperoleh pengalaman profesional sekaligus memberikan kontribusi yang terukur bagi unit kerja yang didampingi,” tambah Dr. Budi Manfaat.
Tidak Hanya Hadir, Tetapi Juga Berkarya
Dalam pelaksanaannya, peserta Program Relawan Pengabdian dituntut menghasilkan karya-karya komunikasi yang informatif, edukatif, dan inspiratif. Konten yang diproduksi meliputi:
- Berita dan artikel inspiratif.
- Dokumentasi foto kegiatan.
- Video pendek dan konten media sosial.
- Infografis edukatif.
- Wawancara tokoh dan sivitas akademika.
- Berbagai bentuk publikasi digital sesuai karakter masing-masing unit kerja.
Melalui pendekatan tersebut, berbagai capaian institusi diharapkan terdokumentasi secara profesional dan mudah diakses masyarakat luas.
Dibekali Kompetensi Komunikasi Profesional
Koordinator Program Relawan Pengabdian untuk Akselerasi Kampus Berdampak Tahun 2026, Fitriana, M.H., menegaskan bahwa keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari jumlah jam pengabdian, tetapi juga kualitas kontribusi yang diberikan.
“Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman profesional yang utuh. Karena itu, selain memenuhi target jam pengabdian, peserta juga dievaluasi berdasarkan kualitas karya, kreativitas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta dampak publikasi yang dihasilkan bagi institusi,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, LPPM secara berkala memberikan pendampingan dan pelatihan, mulai dari teknik penulisan berita, wawancara, fotografi, videografi, hingga produksi konten digital.
“Dengan pelatihan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga meningkatkan kompetensi komunikasi publik dan literasi digital yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” tambah Fitriana.
Enam Mahasiswa Perkuat Humas dan PPID
Di Unit Humas dan PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebanyak enam mahasiswa dipercaya menjadi peserta Program Relawan Pengabdian Tahun 2026, yaitu:
- Siti Uswatun Hasanah
- Derillya Ananta
- Ai Nurohmah
- Marissa Fadhliya Rohmadiah
- Fitri Nurhasanah
- Hafshah Aliyah
Selama masa pengabdian, mereka akan terlibat dalam peliputan kegiatan pimpinan, penyusunan berita, produksi konten media sosial, dokumentasi foto dan video, pembuatan infografis, hingga mendukung keterbukaan informasi publik melalui PPID.
Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Koordinator PPID Pelaksana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin, menyambut positif program tersebut karena dinilai sejalan dengan kebutuhan transformasi komunikasi publik di era digital.
“Kami mengapresiasi langkah LPPM menghadirkan Program Relawan Pengabdian untuk Akselerasi Kampus Berdampak. Kehadiran enam mahasiswa di Humas dan PPID menjadi energi baru dalam memperkuat publikasi, dokumentasi, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Mereka tidak hanya belajar praktik kehumasan secara langsung, tetapi juga ikut membangun citra positif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui karya komunikasi yang kreatif, informatif, dan inspiratif,” ungkapnya.
Menurut Arifin, dokumentasi dan publikasi yang baik merupakan bagian penting dari tata kelola perguruan tinggi yang modern, transparan, akuntabel, sekaligus mampu memperluas kepercayaan publik terhadap institusi.
Menyiapkan Talenta Komunikasi Publik Masa Depan
Program Relawan Pengabdian untuk Akselerasi Kampus Berdampak menjadi bukti bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya berorientasi pada pengabdian masyarakat di luar kampus, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif di lingkungan internal.
Melalui pengalaman ini, mahasiswa memperoleh kesempatan mengasah kemampuan jurnalistik, komunikasi publik, pengelolaan media digital, dokumentasi, hingga manajemen informasi—kompetensi yang semakin dibutuhkan di era transformasi digital.
Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu memperkuat budaya dokumentasi institusi, meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, serta memperluas penyebarluasan inovasi, prestasi, dan praktik baik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kepada masyarakat nasional maupun internasional.





