UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang inklusif, humanis, dan ramah difabel. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Workshop Penguatan Pendidikan Inklusif yang menghadirkan Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., bersama jajaran pimpinan universitas, fakultas, dan unit kerja di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Komisi Nasional Disabilitas sekaligus mempertegas arah kebijakan kampus menuju ekosistem pendidikan tinggi yang setara bagi semua kalangan.
Rektor dan Jajaran Pimpinan Tunjukkan Dukungan Penuh
Workshop ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., para dekan, ketua jurusan, sekretaris jurusan, kepala unit, serta sivitas akademika dari berbagai fakultas.
Kehadiran para pimpinan universitas menjadi bukti nyata bahwa penguatan layanan bagi penyandang disabilitas bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari transformasi kelembagaan yang sedang dibangun secara berkelanjutan.
Kepala Pusat Studi Gender, Anak dan Disabilitas (PSGAD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh seluruh pimpinan universitas dalam mendorong terwujudnya kampus yang semakin inklusif dan berkeadilan.
Ketua KND: Kampus Harus Menjadi Pelopor Penghapusan Stigma Difabel
Dalam pemaparannya, Ketua KND RI, Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.
Menurutnya, pendidikan tinggi harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta memberikan akses yang sama kepada seluruh warga negara tanpa terkecuali.
“Difabel bukan kelompok yang harus dikasihani, tetapi kelompok yang harus diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan berprestasi. Kampus memiliki tanggung jawab besar menjadi pelopor perubahan sosial menuju masyarakat yang lebih inklusif,” tegas Dante.
Ia juga mengapresiasi langkah progresif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus memperkuat layanan akademik maupun non-akademik bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Rektor Siapkan Mata Kuliah Khusus Disabilitas
Merespons berbagai masukan yang disampaikan Ketua KND, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa kampus akan mengambil langkah konkret melalui penguatan kurikulum berbasis inklusi.
Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah perencanaan penyediaan mata kuliah khusus terkait disabilitas dan pendidikan inklusif yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam membangun perspektif kesetaraan dan penghormatan terhadap keberagaman.
“Pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus membentuk manusia yang memiliki kepedulian sosial, empati, dan penghormatan terhadap sesama. Karena itu, penguatan kurikulum inklusif menjadi bagian penting dari transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” ujar Prof. Aan.
Evaluasi Total Fasilitas Kampus Ramah Difabel
Tidak hanya dari sisi kurikulum, Rektor juga memberikan arahan kepada seluruh unit kerja untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana kampus agar semakin aksesibel bagi penyandang disabilitas.
Evaluasi tersebut meliputi akses jalan, jalur kursi roda, ruang kelas, toilet, area pelayanan publik, fasilitas digital, hingga sistem informasi kampus yang akan diselaraskan dengan standar internasional, termasuk indikator keberlanjutan dan aksesibilitas dalam kerangka UI GreenMetric World University Rankings.
Prof. Aan menegaskan bahwa seluruh kebutuhan fasilitas pendukung akan didata dan direncanakan secara bertahap agar tercipta lingkungan kampus yang benar-benar inklusif.
Kampus Siber yang Menghargai Semua Potensi
Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ramah difabel merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan akademik yang nyaman bagi semua pihak.
Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan terbaik tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosialnya.
“Kampus yang maju adalah kampus yang mampu menghadirkan akses dan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa. Inklusivitas bukan pilihan, tetapi sebuah keharusan,” tegasnya.
Dukung SDGs dan Pendidikan untuk Semua
Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun kampus inklusif juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 4: Pendidikan Berkualitas
- SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
- SDG 16: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Melalui sinergi bersama Komisi Nasional Disabilitas, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan langkahnya sebagai perguruan tinggi berbasis siber yang tidak hanya unggul dalam transformasi digital, tetapi juga menjadi pelopor pendidikan inklusif di Indonesia.
Lebih dari sekadar membangun gedung dan teknologi, kampus ini sedang membangun harapan—bahwa setiap anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas, memiliki ruang yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan terbaiknya.
“Karena pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang dapat diakses oleh semua orang.”


