UIN Siber Cirebon (Singapura) — Olahraga kembali menjadi ruang sederhana namun kuat untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Semangat tersebut terasa dalam Harmony Games 2026 bertema “United in Motion” yang digelar di Our Tampines Hub, Singapura, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–14.00 di Community Auditorium, Level 3, Our Tampines Hub, ini menjadi ajang untuk mempererat kerukunan antarumat beragama sekaligus membangun kepercayaan lintas komunitas melalui olahraga.
Harmony Games 2026 diselenggarakan bersama oleh Taoist Federation Singapore dan Harmony Centre, dengan dukungan An-Nahdhah Mosque. Beragam aktivitas olahraga dan kebugaran dihadirkan, mulai dari bola basket, bulu tangkis, jalan cepat komunitas (brisk walk), peregangan, taiji, hingga eGames olahraga.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui pertemuan dan foto bersama Mr. David Neo, Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura. Dalam kesempatan tersebut, delegasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berdiskusi mengenai pengalaman membangun keharmonisan di tengah masyarakat yang memiliki beragam agama, ras, dan golongan.
Pembahasan tersebut menyoroti bagaimana ruang bersama dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan perbedaan sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai dan bertoleransi.
Olahraga Menyatukan Perbedaan
Bagi peserta, Harmony Games 2026 bukan sekadar kegiatan olahraga. Permainan dan aktivitas bersama menjadi sarana untuk berinteraksi secara natural tanpa sekat identitas.
Perwakilan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mardhah Sastri Utami, M.Biomed., menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa toleransi dapat dibangun melalui aktivitas sederhana yang mempertemukan masyarakat secara langsung.
“Olahraga memberikan ruang yang sangat terbuka untuk saling mengenal. Ketika kita bergerak dan beraktivitas bersama, perbedaan tidak menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kekayaan yang memperkuat kebersamaan.”
Sementara itu, Fajar Harits Santoso, S.Sos., M.I.Kom., melihat Harmony Games sebagai contoh bagaimana komunikasi lintas komunitas dapat dibangun melalui pengalaman bersama.
“Kerukunan tidak cukup hanya dibicarakan. Ia perlu dipraktikkan dalam interaksi sehari-hari. Kegiatan seperti Harmony Games memperlihatkan bahwa komunikasi dan kebersamaan bisa tumbuh dari ruang yang sederhana dan inklusif.”
Senada dengan hal tersebut, Fitriana, M.H., menekankan pentingnya membangun kepercayaan di tengah masyarakat yang beragam.
“Toleransi tumbuh ketika kita mau hadir, berinteraksi, dan memahami satu sama lain. Harmony Games memberikan pesan bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpisah, tetapi kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih kuat.”
Dari Singapura, Belajar Merawat Kerukunan
Kehadiran perwakilan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Harmony Games 2026 menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung praktik membangun keharmonisan di tengah masyarakat multikultural Singapura.
Tema “United in Motion” membawa pesan bahwa persatuan dapat dimulai dari langkah kecil: bergerak bersama, berkomunikasi, saling mengenal, dan menghargai perbedaan.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pengalaman tersebut juga menjadi inspirasi untuk terus memperkuat nilai toleransi, inklusivitas, moderasi beragama, dan kolaborasi lintas komunitas dalam lingkungan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.
Harmony Games 2026 pada akhirnya menunjukkan bahwa membangun kerukunan tidak selalu membutuhkan ruang yang rumit. Terkadang, sebuah lapangan olahraga, aktivitas bersama, dan kemauan untuk saling mengenal sudah cukup menjadi awal terciptanya persahabatan lintas perbedaan.





