Mahasiswa Informatika Dorong Penggunaan Gadget Bijak untuk Anak dan Keluarga
UIN Siber Cirebon — Himpunan Mahasiswa Informatika (HIMAFOR) sukses menuntaskan hari kedua kegiatan Cyber Preneur Care melalui program edukasi literasi digital di Desa Warugede, Kabupaten Cirebon, Jumat (25/4/2026).
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat desa tersebut berlangsung penuh antusias dan menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran digital masyarakat di era teknologi saat ini.
Program ini menghadirkan edukasi langsung kepada warga, khususnya para orang tua dan siswa sekolah dasar, terkait penggunaan gadget secara sehat, aman, dan bijak.
HIMAFOR Dorong Mahasiswa Informatika Peduli Isu Digital Masyarakat
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Nabila, yang menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat Desa Warugede dalam mengikuti rangkaian kegiatan.
Menurutnya, Cyber Preneur Care menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa informatika terhadap tantangan sosial dan digital yang dihadapi masyarakat saat ini.
“Kegiatan ini merupakan upaya kami meningkatkan kesadaran dan peran aktif mahasiswa informatika terhadap isu strategis global. Setelah fokus pada pola pikir kritis di hari pertama, hari ini kami ingin memberikan solusi nyata bagi masyarakat desa melalui edukasi literasi digital,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa literasi digital saat ini menjadi kebutuhan penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengabaikan kesehatan mental dan perkembangan anak.
Ketua HIMAFOR Soroti Bahaya Gadget Berlebihan bagi Anak
Ketua Umum HIMAFOR, Haikal Azkal Azkiya, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak-anak.
Menurutnya, penggunaan gawai tanpa kontrol dapat berdampak negatif terhadap perkembangan otak, kualitas tidur, hingga pola interaksi sosial anak.
“Ternyata gadget bisa sangat bahaya bagi anak kecil karena dapat mengganggu perkembangan otak. Kita harus membatasi penggunaannya. Seringkali anak beralasan main HP agar bisa tidur, padahal radiasi yang dikeluarkan justru membuat mereka susah tidur,” tegasnya di hadapan warga.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, terutama di lingkungan keluarga.
Warga Desa Warugede Apresiasi Kepedulian Mahasiswa
Kegiatan HIMAFOR mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Warugede. Salah satu perwakilan warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa yang dinilai mampu memberikan edukasi praktis dan mudah dipahami.
“Bapak sangat berterima kasih kepada HIMAFOR. Kami bersyukur karena ada yang peduli untuk memberi tahu sekaligus mempraktikkan langsung pengaruh gadget kepada anak-anak kami. Ilmu ini sangat berharga bagi kami para orang tua,” ungkapnya.
Menurut warga, edukasi semacam ini sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya penggunaan gadget oleh anak-anak sejak usia dini.
Seminar Literasi Digital untuk Ibu PKK di Balai Desa
Pada agenda utama hari kedua, mahasiswa HIMAFOR membagi kegiatan menjadi dua lokasi berbeda.
Di Balai Desa Warugede, mahasiswa menggelar seminar edukasi digital bagi ibu-ibu PKK dengan tema Aturan Bijak Penggunaan Gadget.
Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman bahwa penggunaan HP memang memiliki manfaat untuk belajar dan komunikasi, namun penggunaan berlebihan dapat memicu:
- Mata lelah
- Sulit fokus belajar
- Gangguan tidur
- Kecanduan gadget
Mahasiswa juga memberikan sejumlah panduan penggunaan gadget yang sehat, di antaranya:
- Penggunaan maksimal 1–2 jam per hari
- Menjaga jarak mata sekitar 30 cm dari layar
- Menggunakan gadget di tempat terang
- Menyelesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu
- Tidak bermain HP saat makan maupun sebelum tidur
Edukasi ini mendapat respon positif dari para ibu PKK yang aktif berdiskusi mengenai pola pengasuhan anak di era digital.
HIMAFOR Edukasi Siswa SDN 2 Warugede tentang Gadget Sehat
Secara bersamaan, tim HIMAFOR lainnya menggelar kegiatan edukasi di SDN 2 Warugede.
Para siswa diberikan pemahaman tentang penggunaan gadget secara sehat dan aman. Selain itu, mahasiswa juga mengajak siswa mengenal aktivitas alternatif yang lebih kreatif dan menyehatkan seperti:
- Menggambar
- Membaca buku
- Bermain di luar rumah
- Belajar kelompok
- Aktivitas olahraga ringan
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh keceriaan, sehingga siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara teknologi dan aktivitas sosial.
HIMAFOR Harap Desa Warugede Jadi Desa Melek Digital
Kegiatan hari kedua ditutup dengan simulasi penggunaan perangkat pintar secara bijak serta sesi foto bersama antara mahasiswa dan masyarakat.
Melalui program Cyber Preneur Care, Himpunan Mahasiswa Informatika berharap Desa Warugede dapat menjadi contoh desa yang melek digital namun tetap mampu menjaga kesehatan, kualitas sosial, dan perkembangan generasi muda.
Program ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat melalui edukasi dan pengabdian berbasis teknologi.


