UIN Siber Cirebon —Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui karya literasi mahasiswanya. Kali ini, mahasiswa semester 6 Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Sulthon Azizan Zanuar, berhasil menerbitkan buku keduanya yang berjudul Topeng-Topeng Pertunjukan: Kumpulan Esai Kritis tentang Kehidupan.
Buku yang diterbitkan oleh Digdaya Book tersebut telah memiliki ISBN 978-634-7408-64-8 dan menjadi karya reflektif yang memuat berbagai kritik sosial terhadap realitas kehidupan masyarakat modern.
Penerbitan buku ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya aktif dalam dunia akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan kritis melalui karya intelektual dan literasi yang inspiratif.
Kritik Sosial tentang “Topeng Kepalsuan” Kehidupan Modern
Dalam sinopsis bukunya, Sulthon Azizan Zanuar menggambarkan kehidupan modern sebagai panggung pertunjukan yang dipenuhi “topeng-topeng kepalsuan”.
Ia menyoroti berbagai fenomena sosial yang kerap terjadi di tengah masyarakat, mulai dari penyalahgunaan atribut agama untuk menutupi perilaku menyimpang, praktik korupsi yang dilakukan secara terang-terangan, ketimpangan hukum, hingga realitas manusia yang menyembunyikan luka dan kebengisan di balik ekspresi tertentu.
Melalui kumpulan esai kritis tersebut, Sulthon mengajak pembaca untuk kembali merenungkan nilai-nilai kemanusiaan, kejujuran, dan pentingnya menjaga nurani di tengah dinamika kehidupan sosial yang semakin kompleks.
“Jika politik adalah puncak pencapaian kekuasaan atas ekonomi dan akses pendidikan, maka siapkan tekad serta nurani yang ikhlas untuk kepentingan rakyat, bukan malah menjadi penjilat,” tulis Sulthon dalam salah satu refleksi esainya.
Ruang Refleksi Sosial bagi Generasi Muda
Karya Topeng-Topeng Pertunjukan hadir tidak sekadar sebagai kumpulan tulisan, tetapi juga menjadi ruang refleksi sosial bagi generasi muda agar lebih peka terhadap realitas kehidupan dan persoalan kemanusiaan.
Melalui sudut pandang kritis namun reflektif, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa di balik kemajuan zaman, masih terdapat berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian bersama.
Semangat literasi yang ditunjukkan Sulthon dinilai menjadi inspirasi positif bagi mahasiswa untuk terus berkarya, berpikir kritis, dan berkontribusi nyata melalui dunia kepenulisan.
Ketua Jurusan PMI Apresiasi Semangat Literasi Mahasiswa
Ketua Jurusan PMI FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Turasih, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswanya tersebut.
Menurutnya, penerbitan buku kedua oleh mahasiswa semester 6 PMI itu menjadi bukti bahwa mahasiswa PMI memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran sosial melalui karya literasi dan pemikiran kritis.
“Kami sangat mengapresiasi karya yang ditulis Sulthon Azizan Zanuar. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa PMI tidak hanya belajar teori pemberdayaan masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan kritis yang relevan dengan realitas sosial saat ini,” ungkap Turasih.
Ia berharap capaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk aktif menulis, melakukan riset sosial, serta membangun tradisi intelektual yang produktif di lingkungan kampus.
“Literasi adalah bagian penting dalam membangun peradaban. Kami berharap semakin banyak mahasiswa PMI yang berani menuangkan ide, gagasan, dan kritik sosial secara konstruktif melalui karya tulis maupun penelitian,” tambahnya.
Perkuat Budaya Literasi dan Intelektualitas Kampus Siber
Penerbitan buku Topeng-Topeng Pertunjukan semakin memperkuat budaya literasi dan intelektualitas di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa PMI tidak hanya bergerak dalam ranah pemberdayaan masyarakat, tetapi juga aktif membangun kesadaran sosial melalui karya intelektual yang reflektif, kritis, dan berdampak bagi masyarakat luas.
Sebagai kampus berbasis digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam akademik, kuat dalam literasi, serta mampu menghadirkan solusi dan gagasan bagi perkembangan masyarakat di era transformasi digital.




