UIN Siber Cirebon (Kuningan) — Unit Kegiatan Mahasiswa Hay’atu Tahfidzil Qur’an (UKM HTQ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menutup rangkaian program pengabdian masyarakat “HTQ Mengabdi” melalui malam penutupan yang berlangsung di Grasa Dasa Wala Sangkanurip, Kuningan, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30–22.00 WIB tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian selama 40 hari sekaligus menjadi momentum refleksi, rasa syukur, dan apresiasi atas kebersamaan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sangkanurip.
Program HTQ Mengabdi merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan pendampingan dan kegiatan edukatif bagi masyarakat. Selama 40 hari pelaksanaan, mahasiswa relawan berinteraksi secara langsung dengan warga serta turut mendampingi berbagai aktivitas yang bertujuan menghidupkan semangat belajar dan mengembangkan potensi generasi muda di Desa Sangkanurip.
Malam penutupan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua Umum HTQ, Pembina HTQ, hingga Kepala Desa Sangkanurip. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas selesainya seluruh rangkaian program pengabdian.
Tidak hanya menjadi seremoni penutup, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak Desa Sangkanurip, untuk menunjukkan potensi dan kreativitas mereka. Sejumlah penampilan turut memeriahkan acara, di antaranya tari tradisional dan atraksi bela diri Tapak Suci.
Antusiasme anak-anak dalam menampilkan kemampuan mereka menjadi salah satu gambaran dari proses pendampingan yang dilakukan selama program HTQ Mengabdi. Kegiatan pengabdian tidak hanya diarahkan pada aspek keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, kedisiplinan, dan kepercayaan diri.
Kegiatan semakin emosional ketika seluruh panitia dan relawan mahasiswa naik ke atas panggung untuk menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” bersama-sama. Momen tersebut menjadi penutup yang mengesankan sekaligus menggambarkan kedekatan dan ikatan kebersamaan yang terbentuk selama 40 hari pengabdian.
Bangun Semangat Belajar dan Potensi Generasi Muda
K.H. Muhadditsir Rifa’i, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pelaksanaan HTQ Mengabdi selama 40 hari bukan sekadar menjalankan kewajiban pengabdian, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun silaturahmi dan pertukaran nilai positif antara mahasiswa dan masyarakat.
“Program 40 hari ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban pengabdian, melainkan jembatan silaturahmi dan pertukaran nilai yang positif. Kami melihat benih-benih potensi luar biasa dari adik-adik di Desa Sangkanhurip, dan kami berharap semangat belajar ini terus menyala meskipun masa tugas mahasiswa telah usai.”
Melalui program tersebut, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak positif yang tidak berhenti setelah berakhirnya masa pengabdian. Semangat belajar, kreativitas, dan potensi generasi muda diharapkan terus berkembang dengan dukungan keluarga dan masyarakat.
Bagi UKM HTQ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berakhirnya HTQ Mengabdi bukan berarti berakhirnya kontribusi kepada masyarakat. Program ini diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat komitmen pengabdian secara berkelanjutan melalui semangat membumikan Al-Qur’an dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga memiliki relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan semangat belajar dan pengembangan potensi anak, serta SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui penguatan keterlibatan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun lingkungan sosial yang positif.
Dengan berakhirnya rangkaian HTQ Mengabdi selama 40 hari, mahasiswa dan masyarakat Desa Sangkanurip diharapkan tetap menjaga hubungan silaturahmi serta melanjutkan semangat belajar dan pengembangan potensi generasi muda sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih berdaya dan berkarakter.
Kaitan SDGs
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Penguatan semangat belajar dan pengembangan potensi anak-anak melalui kegiatan pendampingan.
- SDG 11 – Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan: Mendorong keterlibatan dan kebersamaan masyarakat dalam membangun lingkungan sosial yang positif.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Kolaborasi mahasiswa, UKM HTQ, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan pengabdian.


