UIN Siber Cirebon — Kemampuan berkomunikasi, mengelola acara, dan memahami keprotokolan semakin dibutuhkan generasi muda. Tidak hanya dalam kegiatan pemerintahan, keterampilan tersebut juga penting di dunia pendidikan, organisasi, maupun dunia profesional.
Pesan itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., membuka Pekan Protokol Nasional (PPN) 2026 yang diselenggarakan Korps Protokol Mahasiswa (KPM) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Senin (14/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Gedung ICC UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Pembukaan PPN 2026 turut dihadiri Dra. Sri Lakshmi Stanyawati, M.Si., yang menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., serta Plt. Kepala Biro AKU H. Moh. Khuailid, S.Ag., M.Pd.I.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Cirebon dan pimpinan UIN Siber Cirebon menunjukkan bahwa kegiatan mahasiswa dapat menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas generasi muda, khususnya dalam bidang komunikasi publik dan pelayanan.
Wakil Wali Kota: Protokol Punya Peran Penting
Dalam sambutannya, Siti Farida Rosmawati menekankan urgensi pelaksanaan PPN 2026. Menurutnya, keprotokolan tidak dapat dipandang sebatas mengatur jalannya sebuah acara.
Protokol berkaitan erat dengan ketertiban, etika, komunikasi, pelayanan, dan citra sebuah lembaga. Karena itu, kemampuan tersebut perlu dikenalkan dan dilatih sejak mahasiswa.
“Keprotokolan bukan sekadar mengatur acara agar berjalan tertib. Di dalamnya ada kemampuan berkomunikasi, memahami situasi, menghormati setiap pihak, dan memberikan pelayanan yang baik. Inilah keterampilan yang sangat dibutuhkan generasi muda,” ujar Siti Farida.
Ia menilai PPN 2026 menjadi momentum positif karena mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berlatih dan menunjukkan kemampuan secara langsung.
Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus perlu berani tampil di ruang publik. Mereka harus mampu menyampaikan gagasan dengan baik, membangun kepercayaan, dan berkomunikasi secara santun.
“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, kemampuan berbicara, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengelola kegiatan harus terus diasah,” tambahnya.
Dr. Ayus: Pengalaman Praktis Melengkapi Akademik
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., menyambut baik penyelenggaraan PPN 2026.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas memberikan pengetahuan akademik. Mahasiswa juga perlu mendapatkan pengalaman praktis yang dapat membentuk karakter dan kompetensi mereka.
“Kegiatan seperti PPN ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Kemampuan akademik perlu dilengkapi dengan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan pengalaman mengelola kegiatan,” ungkap Dr. Ayus.
Ia berharap KPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat terus berkembang sebagai organisasi mahasiswa yang mampu melahirkan generasi komunikatif, profesional, dan siap menghadapi lingkungan kerja yang semakin dinamis.
PPN 2026 Jadi Ruang Belajar dan Berkembang
Pembina KPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Herny Nurhayati, M.Pd., menjelaskan bahwa PPN 2026 dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus pengembangan potensi mahasiswa.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki maksud untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai keprotokolan dan komunikasi publik.
Tujuannya tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan. PPN 2026 juga diarahkan untuk melatih kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, kreativitas, kerja sama, serta sikap profesional.
“Manfaat kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan mahasiswa secara langsung. Mereka belajar bukan hanya dari materi, tetapi juga melalui praktik, kompetisi, dan interaksi dengan peserta lainnya,” jelas Herny.
Seminar, Lokakarya, hingga Kompetisi
Ketua Pelaksana PPN 2026, Mohammad Firmansyah, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi publik dan keprotokolan.
“PPN 2026 menjadi ruang bagi peserta untuk belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan komunikasi publik serta keprotokolan. Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk dunia akademik maupun profesional,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan yang disiapkan KPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mencakup seminar, lokakarya, serta berbagai kompetisi.
Kompetisi tersebut meliputi Pidato Bahasa Indonesia, English Speech Contest, dan Master of Ceremony (MC).
Ketiga lomba tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menguji kemampuan berbicara, menyusun gagasan, menguasai panggung, serta berkomunikasi secara efektif dengan audiens.
Membangun Generasi Komunikatif
PPN 2026 menjadi bukti bahwa kegiatan mahasiswa dapat menjadi ruang pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan kehidupan nyata.
Keprotokolan mengajarkan ketelitian. Komunikasi publik melatih keberanian. Kompetisi membangun sportivitas. Sementara kerja organisasi membentuk tanggung jawab.
Semua pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.
Melalui PPN 2026, KPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak sekadar menyelenggarakan sebuah kegiatan. Lebih dari itu, KPM sedang membangun ruang belajar bagi generasi muda agar berani berbicara, mampu berkomunikasi, profesional dalam bekerja, dan siap menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.
Dari kampus siber di Cirebon, semangat itu diharapkan terus tumbuh: mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga komunikatif, percaya diri, beretika, dan siap tampil di ruang publik.





