UIN Siber Cirebon (Singapur) — Delegasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mengambil bagian dalam rangkaian NextGen 2026 — Simposium Belia Islam dan Harmony Games 2026 yang berlangsung pada 10–15 September 2026 di Majlis Ugama Islam Singapura.
Tiga delegasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Fitriana, M.H., Mardhah Sastri Utami, Amd.Kes., S.Si., M.Biomed., dan Fajar Harits Santoso, S.Sos., M.I.Kom., mengikuti sejumlah agenda yang mempertemukan pemuda Muslim dari berbagai latar belakang.
Salah satu agenda yang menarik perhatian berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, melalui launching buku Youth Meets Career Playbook.
Buku tersebut mengangkat gagasan penting tentang bagaimana generasi muda Muslim membangun karier tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi pijakan hidup. Pesan utamanya dirangkum dalam tiga prinsip, yaitu berlandaskan nilai, digerakkan oleh tujuan, dan dibangun untuk memberikan dampak.
Bagi delegasi UIN Siber Cirebon, agenda tersebut menjadi ruang belajar yang relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Karier tidak hanya dipandang sebagai pencapaian profesional, tetapi juga sebagai bagian dari kontribusi sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Fitriana, M.H., mengatakan bahwa generasi muda Muslim memiliki peluang besar untuk membangun masa depan melalui kompetensi sekaligus nilai.
“Karier bagi anak muda bukan hanya tentang posisi atau pencapaian pribadi. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi yang kita miliki tetap diarahkan oleh nilai dan tujuan yang baik sehingga memberikan manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Mardhah Sastri Utami, Amd.Kes., S.Si., M.Biomed., menilai pesan dalam Youth Meets Career Playbook relevan dengan kebutuhan generasi muda yang sedang mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Menurutnya, pemuda perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, terus belajar, dan tetap memiliki prinsip.
“Dunia kerja terus berubah. Karena itu, anak muda perlu memiliki kompetensi, tetapi juga karakter dan nilai yang kuat. Dengan begitu, kita tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga bisa memberikan kontribusi positif,” katanya.
Hal senada disampaikan Fajar Harits Santoso, S.Sos., M.I.Kom. Menurutnya, kegiatan seperti NextGen 2026 memberikan perspektif baru bagi pemuda Muslim untuk melihat karier sebagai sarana membangun dampak.
“Pemuda Muslim harus berani memiliki tujuan besar. Namun, tujuan tersebut perlu diwujudkan melalui karya nyata dan komunikasi yang baik. Dampak tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dari kontribusi yang konsisten,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan semakin berkesan dengan foto bersama Ketua Eksekutif Majlis Ugama Islam Singapura, Encik Kadir Maideen. Momen tersebut menjadi simbol perjumpaan dan pertukaran gagasan antara generasi muda Muslim dengan para pemangku kepentingan dalam membangun masa depan yang lebih inklusif.
Keikutsertaan delegasi UIN Siber Cirebon dalam NextGen 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus memperkaya pengalaman generasi muda kampus.
Melalui forum seperti ini, pemuda tidak hanya diajak berbicara tentang masa depan, tetapi juga didorong untuk menyiapkan diri, menentukan tujuan, berkarya, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.





