UIN Siber Cirebon (Yogyakarta) – Komitmen dalam memperkuat kualitas komunikasi publik pemerintah terus dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Strategi Komunikasi Publik yang diselenggarakan pada Selasa (7/7/2026) secara hybrid dari Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT), Jalan Kyai Mojo No. 70, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Tim Perencanaan Komunikasi Strategis Pemerintah, Direktorat Komunikasi Publik ini bertujuan meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP). Para peserta dibekali pemahaman sekaligus keterampilan dalam menyusun strategi komunikasi publik yang efektif, terukur, adaptif, dan mampu menjawab tantangan era digital.
Bimtek mendapat antusiasme yang sangat tinggi. Tercatat 100 peserta mengikuti kegiatan secara luring, sementara 976 peserta bergabung secara daring dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta instansi pemerintah di seluruh Indonesia.
Di antara peserta tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mengirimkan dua delegasi, yaitu Mohamad Arifin, Pranata Humas Ahli Muda, dan Amelia Ayu Lestari, Pranata Humas Ahli Pertama, secara daring. Keikutsertaan keduanya menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia bidang kehumasan agar mampu menghadirkan komunikasi publik yang semakin profesional, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.
Acara berlangsung dinamis dan interaktif dengan dipandu oleh Antik Wijaya sebagai moderator. Sementara itu, Ignatius Untung Sumarsono, Ketua Tim Perencanaan Komunikasi Strategis Pemerintah Direktorat Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus menjelaskan urgensi penyusunan strategi komunikasi publik di lingkungan pemerintahan.
Dalam laporannya, Untung menegaskan bahwa strategi komunikasi publik bukan lagi sekadar aktivitas penyebarluasan informasi, tetapi menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, komunikasi yang dirancang secara sistematis akan mampu menghadirkan informasi yang akurat, mudah dipahami masyarakat, serta meningkatkan partisipasi publik dalam berbagai program pembangunan.
Ia juga melaporkan tingginya partisipasi peserta dalam kegiatan tersebut sebagai indikator meningkatnya kesadaran ASN terhadap pentingnya penguatan kompetensi komunikasi publik. Sebanyak 1.076 peserta mengikuti Bimtek, terdiri atas 100 peserta secara luring dan 976 peserta secara daring.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
“Selamat datang di Yogyakarta. Semoga kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama dalam memperkuat kualitas komunikasi publik pemerintah yang semakin adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa strategi komunikasi publik yang baik merupakan fondasi penting dalam menyampaikan kebijakan pemerintah secara utuh sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar, tidak mudah terpengaruh disinformasi, serta semakin percaya terhadap pelayanan publik.
Secara resmi kegiatan dibuka oleh Nunik Purwanti, Direktur Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital RI. Dalam arahannya, Nunik menjelaskan bahwa penyusunan strategi komunikasi publik menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki setiap insan humas pemerintah.
Menurutnya, strategi komunikasi yang terencana mampu memperkuat efektivitas penyampaian kebijakan, meningkatkan citra institusi, membangun kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat.
“Bimbingan teknis ini diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi peningkatan kapasitas individu ASN, tetapi juga memperkuat kelembagaan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi dalam membangun komunikasi publik yang profesional, kredibel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keikutsertaan dalam Bimtek nasional ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola kehumasan di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai perguruan tinggi berbasis siber pertama di Indonesia, penguatan kompetensi Pranata Humas menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital, memperluas diseminasi informasi, serta membangun citra institusi yang semakin terpercaya di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu menyusun strategi komunikasi yang lebih terarah, berbasis data, responsif terhadap isu publik, serta mampu menghadirkan narasi pemerintah yang informatif, edukatif, dan menginspirasi masyarakat. Dengan demikian, komunikasi publik tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi jembatan yang memperkuat kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat di era transformasi digital.








