UIN Siber Cirebon — Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat keterbukaan informasi publik mendapat perhatian langsung dari Dr. Drs. H. Ismail Cawidu, M.Si., Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Sesaat sebelum mengisi Seminar Penguatan Media Publikasi dan Keterbukaan Informasi Publik, Ismail Cawidu mengunjungi Kantor PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung kesiapan layanan informasi publik sekaligus berdialog dengan pimpinan dan tim PPID universitas.
Ismail Cawidu hadir didampingi Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Plt. Kepala Biro AKU H. Moh. Khuailid, S.Ag., M.Pd.I., Kepala SPI Budi Affandi, M.Pd.I., Kepala Admisi dan Promosi Basiran, M.A., Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., serta Koordinator PPID Pelaksana Universitas H. Mohamad Arifin, S.Pd.I., M.Pd.I.
Kunjungan tersebut juga diikuti Staf PPID Agung Ahdiansyah, S.Sos. serta tim humas Bekti Sugiyono, S.Kom., dan Amelia Ayu Lestari, S.Sos.
Langsung Cek Website PPID
Begitu tiba di ruang PPID, Ismail Cawidu tidak hanya melihat fasilitas yang tersedia. Ia langsung berinteraksi dengan sistem layanan informasi publik yang dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dengan memanfaatkan layar interaktif yang menjadi salah satu fasilitas PPID, Ismail Cawidu mencoba berselancar dan melihat berbagai informasi yang tersedia pada website PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Ia kemudian berdialog langsung dengan Koordinator PPID Pelaksana Universitas, Mohamad Arifin, mengenai pengelolaan informasi, layanan PPID, serta berbagai informasi yang dapat diakses masyarakat.
Dialog berlangsung interaktif. Ismail tidak hanya melihat tampilan website, tetapi juga menggali bagaimana informasi dikelola dan bagaimana PPID memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Momen tersebut menunjukkan bahwa keterbukaan informasi publik bukan hanya persoalan memiliki website. Lebih dari itu, informasi harus tersedia, mudah ditemukan, mudah dipahami, diperbarui, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meninjau Fasilitas PPID UIN Siber
Setelah melihat website PPID, Ismail Cawidu bersama jajaran pimpinan kemudian meninjau sejumlah fasilitas yang dimiliki PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Rombongan melihat Meja Layanan PPID, ruang PPID Center, ruang konferensi pers, hingga ruang humas.
Peninjauan tersebut menjadi kesempatan bagi Ismail untuk melihat secara langsung bagaimana infrastruktur layanan informasi dan komunikasi publik dipersiapkan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan informasi publik mulai diarahkan menjadi sebuah sistem yang terintegrasi dengan fungsi komunikasi kelembagaan.
Ismail Cawidu: PPID UIN Siber Layak Informatif
Di hadapan jajaran pimpinan dan tim PPID, Ismail Cawidu memberikan apresiasi terhadap kesiapan PPID UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Ia bahkan menyampaikan penilaian positif terhadap kondisi PPID UIN Siber Cirebon.
“PPID UIN Siber Cirebon dengan nilai 10 dan layak informatif,” tegas Ismail Cawidu.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons positif dari jajaran pimpinan yang hadir.
Namun, pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan agar capaian keterbukaan informasi tidak berhenti pada kelengkapan fasilitas maupun tampilan website.
PPID harus terus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan informasi yang cepat, tepat, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dialog Interaktif Bersama Pimpinan
Kunjungan Ismail Cawidu kemudian berkembang menjadi dialog interaktif bersama Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, pimpinan unit, dan tim PPID.
Dialog membahas pentingnya sinergi antara pimpinan, PPID, humas, unit kerja, dan pengelola informasi dalam membangun reputasi universitas.
Menurut Ismail, keberhasilan keterbukaan informasi tidak dapat hanya mengandalkan satu unit.
Setiap fakultas, lembaga, biro, UPT, pusat, dan unit kerja merupakan sumber informasi bagi universitas. Karena itu, seluruh unit perlu memiliki kesadaran untuk mendokumentasikan kegiatan, menyediakan data, serta menyampaikan informasi yang dapat dipublikasikan kepada masyarakat.
Dengan pola tersebut, PPID dan humas dapat bekerja lebih optimal dalam mengolah informasi menjadi komunikasi publik yang informatif dan kredibel.
PPID dan Humas Menjadi Wajah Universitas
Kunjungan tersebut juga memperkuat pesan bahwa PPID dan humas memiliki posisi strategis dalam membangun kepercayaan publik.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang mengusung identitas Cyber Islamic University, pengelolaan informasi publik menjadi semakin penting.
Transformasi digital tidak hanya membutuhkan teknologi dan infrastruktur. Transformasi juga membutuhkan budaya keterbukaan, kecepatan pelayanan, akurasi informasi, serta kemampuan seluruh sivitas akademika berkomunikasi secara profesional.
Karena itu, keberadaan PPID yang kuat perlu berjalan beriringan dengan humas yang aktif, responsif, dan berbasis data.
Dari Ruang PPID Menuju Badan Publik Informatif
Kunjungan Ismail Cawidu menjadi bagian penting dari rangkaian penguatan keterbukaan informasi publik di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Momentum tersebut memberikan pesan bahwa ruang PPID bukan sekadar ruangan pelayanan, melainkan pusat pengelolaan informasi publik yang memiliki peran penting dalam membangun transparansi dan kepercayaan masyarakat.
Dari layar interaktif, meja layanan, ruang PPID Center, ruang konferensi pers hingga ruang humas, seluruh fasilitas tersebut pada akhirnya memiliki satu tujuan: memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang berkualitas dan dapat dipercaya.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kunjungan ini menjadi energi baru untuk terus memperkuat tata kelola informasi publik.
Sebab, kampus yang transparan bukan hanya kampus yang memiliki banyak informasi, tetapi kampus yang mau membuka informasi, mampu menjelaskannya, dan siap mempertanggungjawabkannya kepada publik.








