Berita Kegiatan Nasional Pojok Rektor SDGs
Home » Pos » Berita » Kemenag Dorong PSGA Jadi Pusat Rujukan Nasional Isu Gender, Anak, dan Ketahanan Keluarga

Kemenag Dorong PSGA Jadi Pusat Rujukan Nasional Isu Gender, Anak, dan Ketahanan Keluarga

Kemenag Dorong PSGA Jadi Pusat Rujukan Nasional Isu Gender, Anak, dan Ketahanan Keluarga

Sekjen Kemenag: PSGA Harus Hadir Memberikan Solusi Nyata bagi Persoalan Bangsa dan Mendukung Terwujudnya Indonesia Emas 2045

UIN Siber Cirebon (Kemenag) – Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperkuat peran Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) sebagai motor penggerak transformasi sosial di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Melalui Konsolidasi Nasional PSGA PTKI se-Indonesia yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kementerian Agama mendorong PSGA menjadi pusat rujukan nasional dalam pengembangan kajian, advokasi, dan solusi terhadap isu gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, hingga pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Arahan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, M.A., saat memberikan keynote speech pada Konsolidasi Nasional PSGA PTKI se-Indonesia di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (1/7/2026).

Menurut Kamaruddin Amin, keberadaan PSGA tidak cukup hanya menjadi pusat penelitian atau menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui hilirisasi hasil riset, penguatan kebijakan publik, serta keterlibatan aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis bangsa.

Sekjen Kemenag: PSGA Harus Keluar dari Kampus dan Hadir Menjawab Persoalan Bangsa

“PSGA adalah rumah para akademisi, peneliti, dan ilmuwan yang memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Isu gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, hingga pembangunan berkelanjutan merupakan agenda global yang harus dijawab melalui kajian ilmiah yang berdampak dan implementatif,” tegas Kamaruddin Amin.

PSGA Didorong Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Sekjen Kemenag menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara PSGA dengan berbagai kementerian, lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga internasional yang memiliki perhatian terhadap isu perempuan, anak, keluarga, dan pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat posisi PSGA sebagai pusat kajian sekaligus pusat solusi yang mampu memberikan rekomendasi kebijakan berbasis riset.

“PSGA harus membangun jejaring yang lebih luas, baik dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kementerian terkait lainnya, organisasi masyarakat, maupun lembaga internasional. Kolaborasi menjadi kunci agar hasil penelitian benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa PSGA harus aktif mendukung berbagai program prioritas pemerintah, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Sekjen Kemenag, Dirjen Pendis, dan Direktur Diktis Tinjau Galeri Inovasi PSGA di UIN Siber Cirebon, Perkuat Komitmen Kampus Inklusif dan Bebas Kekerasan

Ketahanan Keluarga Menjadi Fondasi Kemajuan Bangsa

Dalam paparannya, Kamaruddin Amin memberikan perhatian khusus terhadap tingginya angka perceraian dan masih besarnya prevalensi stunting di Indonesia yang dinilai menjadi tantangan serius bagi pembangunan nasional.

Menurutnya, ketahanan keluarga memiliki posisi yang sama pentingnya dengan ketahanan pangan maupun ketahanan energi karena menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

“Kalau keluarga rapuh, maka dampaknya akan meluas pada lahirnya berbagai persoalan sosial. Karena itu, ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama. PSGA memiliki kapasitas akademik untuk melahirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap persoalan tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa upaya penanganan stunting juga memerlukan keterlibatan aktif perguruan tinggi agar Indonesia mampu mencetak generasi unggul yang sehat, cerdas, dan kompetitif.

Kemenag Deklarasikan PTKI sebagai Kampus Bahagia Tanpa Kekerasan, Wujudkan Pendidikan Tinggi Islam yang Aman, Inklusif, dan Humanis di UIN Siber Cirebon

“Apabila stunting tidak ditangani secara serius, kita akan menghadapi persoalan mendasar dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kontribusi perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaiannya,” tambahnya.

UIN Siber Cirebon Perkuat Komitmen Kampus Berbasis Cinta

Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan bahwa tingginya antusiasme akademisi terhadap Konsolidasi Nasional PSGA menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia pendidikan tinggi terhadap isu kesetaraan gender, keadilan sosial, inklusivitas, dan perlindungan kelompok rentan.

Dalam laporannya, Prof. Aan mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 42 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 3 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, sebanyak 180 artikel ilmiah berhasil dikirimkan dalam waktu sekitar dua minggu sebagai bagian dari konferensi nasional, menunjukkan meningkatnya produktivitas akademik pada bidang gender, perlindungan anak, dan kemanusiaan.

“Alhamdulillah, hanya dalam waktu sekitar dua minggu kami menerima 180 paper dari para akademisi. Ini menunjukkan bahwa isu gender, perlindungan anak, inklusivitas, dan keadilan sosial semakin menjadi perhatian serius di lingkungan PTKI,” ujar Prof. Aan Jaelani.

Ia juga menjelaskan bahwa sebanyak 30 jurnal ilmiah PTKI berkolaborasi sebagai media publikasi hasil konferensi, sementara 15 PSGA PTKI mempresentasikan berbagai best practices yang telah berhasil diterapkan di kampus masing-masing.

Menurut Prof. Aan, penguatan PSGA merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas Menteri Agama RI, yaitu pendidikan yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan melalui penghormatan terhadap sesama manusia, perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.

“PSGA menjadi bagian penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan kepedulian, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, persaudaraan, serta semangat melindungi kelompok rentan,” tutur Prof. Aan.

Menuju PSGA sebagai Pusat Keunggulan Nasional

Melalui Konsolidasi Nasional PSGA PTKI se-Indonesia, Kementerian Agama berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang memperkuat peran PSGA sebagai pusat unggulan (center of excellence) dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, advokasi kebijakan, serta pemberdayaan perempuan dan anak.

Forum ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antarperguruan tinggi keagamaan Islam dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang adil gender, inklusif, ramah terhadap kelompok rentan, bebas dari segala bentuk kekerasan, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, PSGA diharapkan semakin mampu menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi berbagai persoalan sosial serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berkeadilan, berkeadaban, dan berkelanjutan.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Pos Terbaru