Konsolidasi Nasional PSGA PTKI di UIN Siber Cirebon Perkuat Peran Akademisi dalam Membangun Keadilan Gender, Ketahanan Keluarga, dan Pemberdayaan Masyarakat
UIN Siber Cirebon (Kemenag) – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Kamarudin Amin, M.A., mengajak seluruh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk memperluas peran strategisnya dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan. Menurutnya, PSGA tidak boleh hanya menjadi pusat kajian akademik di lingkungan kampus, tetapi harus hadir di tengah masyarakat melalui riset, advokasi, pendampingan, dan program nyata yang memberikan manfaat bagi perempuan, anak, keluarga, serta kelompok rentan.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA PTKI se-Indonesia yang berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (1/7/2026).
Dalam forum yang dihadiri pimpinan PTKI, akademisi, peneliti, dan pengelola PSGA dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Kamarudin Amin menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini menuntut perguruan tinggi untuk lebih aktif menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang.
“Kita tidak boleh lagi hanya berpikir di dalam kampus. Kita harus keluar dan terlibat dalam dinamika sosial keagamaan yang terjadi di masyarakat dengan mengkapitalisasi sumber daya yang dimiliki perguruan tinggi,” tegas Kamarudin Amin.
Menurutnya, isu kesetaraan gender, perlindungan perempuan dan anak, ketahanan keluarga, kemiskinan, stunting, hingga pendidikan merupakan tantangan nyata yang membutuhkan kontribusi aktif dari kalangan akademisi.
Ia menekankan bahwa PSGA memiliki posisi strategis sebagai pusat keilmuan sekaligus agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan rekomendasi kebijakan berbasis riset serta pendampingan kepada masyarakat.
PSGA Harus Menjadi Bagian dari Solusi Bangsa
Kamarudin menjelaskan bahwa isu gender dan perlindungan anak saat ini telah menjadi agenda global yang masuk dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Oleh karena itu, PSGA didorong membangun kolaborasi yang lebih luas dengan kementerian, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, lembaga internasional, hingga dunia usaha.
Menurutnya, sinergi lintas sektor akan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ketika isu-isu besar menjadi perhatian publik dan berkaitan dengan bidang kita, PSGA harus menjadi bagian yang memberikan kontribusi dan solusi. Kita tidak boleh merasa bahwa itu bukan urusan kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa berbagai hasil penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi harus dihilirisasikan menjadi program yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Riset yang baik bukan hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.
Mendorong PSGA Menjadi Pusat Rujukan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Kamarudin Amin menilai PSGA memiliki potensi besar menjadi pusat rujukan nasional bahkan internasional dalam pengembangan kajian gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, dan pengarusutamaan nilai-nilai keagamaan yang moderat.
Ia berharap setiap kampus mampu membangun program yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta memperkuat jejaring kerja sama lintas institusi.
“Eksistensi PSGA akan semakin kuat apabila kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa,” katanya.
Agama Harus Menghadirkan Kemaslahatan
Sekjen Kemenag juga menekankan bahwa nilai-nilai agama harus menjadi kekuatan moral dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan.
Menurutnya, implementasi ajaran agama harus diwujudkan melalui upaya nyata dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan kelompok rentan, hingga peningkatan kualitas pendidikan.
“Beragama harus mendatangkan kemaslahatan. Nilai-nilai agama harus menjadi kekuatan untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” tandasnya.
UIN Siber Cirebon Perkuat Komitmen Kampus Berdampak
Konsolidasi Nasional PSGA PTKI se-Indonesia yang diselenggarakan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adil gender, inklusif, ramah terhadap kelompok rentan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Forum ini juga mempertegas komitmen Kementerian Agama dalam mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak transformasi sosial melalui riset yang berdampak, pengabdian kepada masyarakat, serta kebijakan kampus yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui konsolidasi nasional ini, PSGA PTKI diharapkan semakin berperan sebagai pusat inovasi, advokasi, dan pemberdayaan masyarakat yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.




