Pameran Praktik Baik PSGA PTKI Se-Indonesia Tampilkan Inovasi Pengarusutamaan Gender, Perlindungan Kelompok Rentan, dan Transformasi Pendidikan Tinggi Islam
UIN Siber Cirebon (Kemenag) – Rangkaian Konsolidasi Nasional dan Konferensi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia tidak hanya menjadi ruang diskusi ilmiah dan perumusan kebijakan, tetapi juga menghadirkan Galeri Inovasi PSGA yang menampilkan berbagai praktik baik (best practices) dari perguruan tinggi keagamaan Islam di seluruh Indonesia.
Galeri tersebut mendapat perhatian khusus dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., serta Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., yang melakukan peninjauan secara langsung didampingi Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., beserta jajaran pimpinan universitas, Rabu (1/7/2026).
Peninjauan galeri menjadi salah satu agenda penting dalam kegiatan nasional yang berlangsung pada 30 Juni hingga 3 Juli 2026 di Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Galeri Inovasi Tampilkan Praktik Baik dari Berbagai PTKI
Galeri ini menghadirkan beragam hasil karya, inovasi program, produk riset, publikasi ilmiah, model pendampingan masyarakat, hingga berbagai bentuk penguatan kelembagaan PSGA yang telah dikembangkan oleh PTKI dari berbagai daerah di Indonesia.
Setiap stan memperlihatkan komitmen perguruan tinggi dalam mengarusutamakan kesetaraan gender, perlindungan perempuan dan anak, inklusi penyandang disabilitas, pencegahan kekerasan seksual, hingga pembangunan budaya akademik yang aman, nyaman, dan menghormati martabat setiap individu.
Para pimpinan Kementerian Agama tampak berdialog langsung dengan para peserta dan pengelola stan, menyimak berbagai inovasi yang telah diimplementasikan di lingkungan kampus masing-masing.
Sekjen Kemenag: Kampus Harus Menjadi Ruang Aman bagi Semua
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., mengapresiasi kreativitas dan komitmen PTKI dalam menghadirkan berbagai inovasi yang mendukung terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.
Menurutnya, galeri ini menunjukkan bahwa PSGA tidak hanya aktif dalam kajian akademik, tetapi juga mampu menghadirkan program nyata yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.
“Apa yang ditampilkan dalam galeri ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam terus bergerak menjadi agen perubahan. Kampus harus menjadi ruang yang aman, ramah, inklusif, serta mampu melahirkan inovasi yang menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat,” ujar Prof. Kamaruddin Amin.
Dirjen Pendis: Inovasi Harus Berdampak bagi Masyarakat
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., menilai Galeri Inovasi PSGA merupakan bukti bahwa riset, pengabdian kepada masyarakat, dan program kelembagaan dapat berjalan secara sinergis dalam menghasilkan solusi nyata.
Menurutnya, berbagai praktik baik yang dipamerkan layak menjadi inspirasi dan direplikasi oleh PTKI lain di seluruh Indonesia.
“Kami ingin setiap inovasi yang lahir di kampus tidak berhenti sebagai dokumen atau laporan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Galeri ini memperlihatkan bahwa PSGA mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju kampus yang lebih humanis, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan,” tegas Prof. Amien Suyitno.
Direktur Diktis: PSGA Berperan Strategis dalam Transformasi PTKI
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., menegaskan bahwa penguatan PSGA merupakan bagian penting dari transformasi tata kelola pendidikan tinggi keagamaan Islam.
Menurutnya, nilai-nilai kesetaraan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan perlindungan kelompok rentan harus terintegrasi dalam kebijakan, kurikulum, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
“PSGA memiliki peran strategis dalam membangun budaya akademik yang sehat dan bermartabat. Berbagai inovasi yang ditampilkan hari ini membuktikan bahwa PTKI mampu menjadi pelopor perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ujar Prof. Sahiron.
Rektor UIN Siber Cirebon: Kolaborasi Melahirkan Kampus Berdampak
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa bangga karena kampus yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum nasional sekaligus menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan dan inovasi dari PSGA PTKI se-Indonesia.
Ia berharap hasil konsolidasi, konferensi, dan pameran inovasi tersebut dapat memperkuat jejaring kolaborasi antarkampus dalam menciptakan pendidikan tinggi Islam yang semakin maju dan berdampak.
“Galeri ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarlembaga mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkomitmen terus mendukung penguatan pendidikan tinggi yang adil gender, inklusif, berbasis riset, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui semangat kolaborasi dan inovasi,” ungkap Prof. Aan Jaelani.
Momentum Penguatan Pendidikan Tinggi Islam yang Humanis
Konsolidasi Nasional dan Konferensi PSGA PTKI se-Indonesia menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi keagamaan Islam yang adil gender, inklusif, ramah terhadap kelompok rentan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui forum ini, Kementerian Agama RI bersama seluruh PTKI menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi pusat transformasi sosial, penguatan nilai kemanusiaan, dan pembangunan peradaban yang berkeadilan.








