Kampus Tangguh Dimulai dari Budaya Keselamatan
UIN Siber Cirebon — Transformasi perguruan tinggi di era modern tidak hanya diukur dari kemajuan teknologi, kualitas akademik, atau capaian pemeringkatan internasional semata. Lebih dari itu, kampus masa depan adalah kampus yang mampu menjamin keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan bagi seluruh sivitas akademikanya.
Pelatihan Kesiapsiagaan dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran yang diselenggarakan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon merupakan langkah strategis yang mencerminkan komitmen tersebut. Kegiatan ini bukan sekadar agenda pelatihan teknis, melainkan bagian dari pembangunan budaya keselamatan (safety culture) yang harus menjadi karakter setiap warga kampus.
Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, keselamatan merupakan fondasi penting bagi terciptanya lingkungan belajar yang sehat, produktif, dan inklusif. Oleh karena itu, pelatihan ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Ketika dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, petugas keamanan, dan petugas kebersihan memiliki pemahaman yang sama mengenai mitigasi risiko dan penanganan keadaan darurat, maka sesungguhnya kampus sedang membangun ketahanan institusi yang kuat. Keselamatan bukan lagi menjadi tanggung jawab individu atau unit tertentu, melainkan menjadi kesadaran kolektif yang tumbuh dalam kehidupan akademik sehari-hari.
Sebagai perguruan tinggi yang sedang memperkuat posisi pada berbagai pemeringkatan dunia, termasuk UI GreenMetric dan Times Higher Education Impact Rankings, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong berbagai program yang berorientasi pada keberlanjutan. Salah satu indikator penting dalam UI GreenMetric adalah bagaimana perguruan tinggi mampu mengelola lingkungan kampus secara aman, sehat, dan berkelanjutan melalui sistem mitigasi risiko yang terukur.
Karena itu, investasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur fisik. Gedung yang modern dan teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung manusia yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan dalam menjaga keselamatan bersama.
Pesan Keselamatan dari Perspektif UI GreenMetric
Dalam semangat kampus hijau dan berkelanjutan, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak ada satu pun institusi yang dapat disebut berkelanjutan apabila mengabaikan aspek keselamatan penghuninya.
Melalui kegiatan pelatihan dan simulasi tanggap darurat kebakaran ini, seluruh peserta diharapkan memahami langkah-langkah pencegahan kebakaran, prosedur evakuasi yang benar, serta keterampilan dasar dalam menggunakan APAR dan hidran. Pengetahuan dan kesiapsiagaan yang dimiliki setiap individu akan sangat menentukan keberhasilan penanganan keadaan darurat sekaligus meminimalkan risiko terhadap manusia, aset, dan lingkungan.
Budaya keselamatan harus menjadi bagian dari budaya akademik. Sama halnya dengan budaya riset, budaya literasi, dan budaya inovasi, budaya keselamatan perlu ditanamkan secara konsisten dalam setiap aktivitas kampus.
Mari berpartisipasi secara aktif, disiplin mengikuti prosedur keselamatan, serta menjadikan kewaspadaan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian, kita tidak hanya menciptakan kampus yang unggul secara akademik dan digital, tetapi juga kampus yang aman, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah publikasi, akreditasi, atau pemeringkatan internasional yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya melindungi manusia yang berada di dalamnya.
Bersama, kita wujudkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus yang unggul, berkelas dunia, sekaligus menjadi teladan dalam membangun budaya keselamatan dan keberlanjutan bagi generasi masa depan.
Oleh: Dr. Maulidya Ulfah, M.Pd.I.
Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Pemeringkatan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon




