UIN Siber Cirebon – KKN Kelompok 117 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendorong penguatan kapasitas pelaku UMKM Desa Kubangdeleg melalui Seminar Pendampingan Proses Produk Halal (P3H), Kamis, 13 Agustus 2026. Mengusung tema “Pendampingan Produk Halal sebagai Langkah Strategis Mendorong UMKM Desa yang Mandiri dan Kompetitif”, kegiatan berlangsung pukul 12.30–16.00 WIB di Balai Desa Kubangdeleg.
Seminar tersebut menjadi salah satu program kerja utama KKN 117 untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku UMKM mengenai pentingnya pemenuhan aspek halal serta sertifikasi halal dalam pengembangan usaha. Melalui edukasi ini, pelaku usaha diharapkan semakin siap menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki nilai tambah, dan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen.
Sertifikasi Halal sebagai Penguat Daya Saing UMKM
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Ketua KKN 117, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan Kepala Desa Kubangdeleg.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simbolisasi dan keynote speech oleh Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM sebagai bagian dari penguatan perekonomian daerah.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karena itu, pengembangan UMKM perlu terus didukung,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu bentuk dukungan tersebut dapat dilakukan melalui penguatan kualitas produk, termasuk aspek kehalalan. Sertifikasi halal dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk UMKM di tengah persaingan pasar.
Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Proses Produk Halal
Materi utama mengenai Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) dan sertifikasi halal disampaikan oleh Moh. Ikhya Ulumudin, S. Akun dari pihak Lembaga Pendamping Halal (LPH). Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya proses produk halal serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam memastikan produk memenuhi ketentuan halal.
Sesi tanya jawab turut memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM dan masyarakat untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Interaksi tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami sertifikasi halal secara lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pendampingan produk halal menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu sekaligus upaya membangun ekosistem UMKM yang lebih mandiri dan kompetitif.
Kolaborasi Dorong UMKM Desa Lebih Mandiri
Penguatan UMKM melalui produk halal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Keterlibatan pemerintah desa, mahasiswa, akademisi, pendamping halal, dan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
KKN 117 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya mengambil bagian dalam proses tersebut melalui edukasi dan pendampingan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Program ini juga sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dukungan terhadap pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, kegiatan turut mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pendamping halal, dan masyarakat. Semangat kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Kampus Inklusif untuk menghadirkan kebermanfaatan pendidikan tinggi secara lebih luas.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber, foto bersama, doa, dan penutupan. Melalui seminar ini, KKN Kelompok 117 berharap pemahaman mengenai produk halal tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi langkah konkret bagi pelaku UMKM Desa Kubangdeleg dalam meningkatkan kualitas, kepercayaan konsumen, kemandirian, dan daya saing usaha.


