UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 129 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan langkah nyata dalam mendukung kebersihan dan kepedulian lingkungan di Desa Singkup melalui program edukasi pengelolaan sampah. Program yang dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 tersebut diwujudkan melalui pemasangan tiga plang edukasi mengenai waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai serta penyediaan 21 tong sampah di berbagai titik lingkungan desa dan fasilitas umum.
Program ini dirancang dengan mengangkat pertanyaan sederhana, “Kalau kita buang hari ini, kapan sampah itu benar-benar hilang?” Pertanyaan tersebut menjadi pengantar edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang dibuang tidak serta-merta menghilang, tetapi membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk terurai.
Tiga Plang Edukasi Ingatkan Dampak Sampah
Sebanyak tiga plang edukasi dipasang pada lokasi strategis di Desa Singkup. Ketiga titik tersebut berada di awal Desa Singkup, tepatnya kawasan Wisata Seribu Satu Tangga, di tengah desa depan Cigimpur, serta RT 02 di sekitar SD.
Plang tersebut memuat informasi mengenai perkiraan waktu terurainya sejumlah jenis sampah. Informasi yang disampaikan antara lain botol kaca yang dapat membutuhkan waktu hingga 1.000 tahun, popok sekali pakai sekitar 500 tahun, kaleng 450 tahun, botol plastik 400 tahun, styrofoam 50 tahun, serta puntung rokok sekitar 15 tahun.
Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih mempertimbangkan dampak dari sampah yang dihasilkan dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.
Sediakan 21 Tong Sampah di Berbagai Titik
Selain memberikan edukasi, KKN Kelompok 129 juga menghadirkan fasilitas pendukung berupa 21 tong sampah yang ditempatkan di sejumlah wilayah dan fasilitas umum Desa Singkup.
Distribusinya meliputi RT 01 sebanyak tiga tong, RT 02 tiga tong, RT 03 dua tong, RT 04 tiga tong, RT 05 dua tong, RT 06 dua tong, dan RT 07 dua tong. Sementara itu, masing-masing satu tong sampah ditempatkan di MD Al Wildan, MD Al Hidayatullah, Balai Desa Singkup, serta Masjid Al Huda Desa Singkup.
Penempatan fasilitas tersebut diarahkan pada titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dengan tersedianya tempat sampah yang lebih mudah dijangkau, masyarakat diharapkan semakin terbantu untuk membuang sampah pada tempatnya sekaligus membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.
Edukasi dan Fasilitas Jadi Langkah Bersama
Program KKN Kelompok 129 menunjukkan bahwa edukasi lingkungan akan lebih bermakna ketika disertai dengan fasilitas yang mendukung perubahan perilaku. Masyarakat tidak hanya diajak mengetahui dampak sampah, tetapi juga diberikan sarana untuk menerapkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
DPL KKN Kelompok 129, Drs. Jalaludin, M.Si., bersama Kuwu Desa Singkup, Agus Sugiharto, serta Ketua KKN 129, M. Alfariz, menjadi bagian dari pelaksanaan program yang mendorong keterlibatan mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga lingkungan desa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 129 berupaya menanamkan kesadaran bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Melihat kondisi sekitar, menyadari persoalan sampah, kemudian mengambil langkah untuk peduli menjadi bagian dari proses membangun budaya kebersihan.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Kampus Inklusif yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Program ini juga relevan dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama melalui upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Pada akhirnya, KKN Kelompok 129 berharap keberadaan plang edukasi dan 21 tong sampah tidak berhenti sebagai fasilitas selama program KKN berlangsung. Lebih dari itu, keduanya diharapkan menjadi pengingat dan sarana yang terus dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan Desa Singkup. Sebab, perubahan dapat dimulai dari hal kecil: melihat, sadar, lalu peduli. Ketika satu orang mulai peduli, satu lingkungan pun dapat ikut bergerak dan berubah.


