UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 130 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai Pupuk Organik Cair (POC) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih bermanfaat dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Badminton Surabraja Regency, RT 22, Kasugengan Kidul.
Kegiatan menghadirkan Abdul Qodir dari MDMC Kabupaten Cirebon sebagai pemateri serta melibatkan mahasiswa KKN dan masyarakat setempat. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya KKN Kelompok 130 untuk mendorong masyarakat melihat limbah rumah tangga, khususnya limbah organik, bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Mengenal POC sebagai Alternatif Pemanfaatan Limbah Organik
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai pengertian POC, manfaatnya, serta potensi limbah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik cair.
Melalui penyampaian materi, masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan limbah organik dari rumah dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola limbah sejak dari lingkungan rumah tangga.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman mereka terkait persoalan sampah dan pemanfaatan limbah organik.
Ketua RT 22, Jafar, menyampaikan harapannya agar edukasi tersebut dapat memberikan solusi yang dapat diterapkan masyarakat dalam menghadapi persoalan sampah.
“Harapannya, ini bisa menjadi solusi ke depan tentang permasalahan sampah yang ada saat ini,” ujar Jafar.
Dari Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai Guna
Pemateri, Abdul Qodir, turut mendorong masyarakat agar melihat pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang pemanfaatan produk yang dihasilkan.
“Mudah-mudahan pupuk ini bisa menjadi sebuah produk dalam melestarikan lingkungan untuk menyuburkan tanah,” ungkap Abdul Qodir.
Pesan tersebut menekankan bahwa pengelolaan limbah organik dapat memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan tanah dan kegiatan pertanian maupun penghijauan di lingkungan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif masyarakat selama sesi diskusi. Interaksi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus memahami kemungkinan penerapan pengelolaan limbah organik dalam kehidupan sehari-hari.
Mendorong Kesadaran Lingkungan yang Berkelanjutan
Kegiatan sosialisasi POC menjadi bagian dari kontribusi KKN Kelompok 130 dalam membangun kesadaran lingkungan melalui edukasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, narasumber, dan masyarakat menjadi unsur penting agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata.
Program ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui upaya mendorong pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali bahan organik. Kegiatan ini juga mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena pengelolaan sampah yang lebih baik berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan permukiman yang bersih dan berkelanjutan.
Selain itu, pemanfaatan POC untuk mendukung kesuburan tanah turut berkaitan dengan SDG 15: Ekosistem Daratan, terutama dalam membangun kepedulian terhadap kualitas lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 130 berharap masyarakat tidak berhenti pada pemahaman mengenai POC, tetapi dapat mulai menerapkan pengelolaan limbah organik secara mandiri. Langkah sederhana dari rumah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam mengurangi sampah, memanfaatkan limbah, dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.


