UIN Siber Cirebon – Transformasi digital menjadi salah satu kunci penguatan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era ekonomi digital. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mahasiswa KKN Kelompok 39 Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan program pendampingan literasi digital bagi pelaku UMKM di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (24/7/2026). Program ini diwujudkan melalui pendampingan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps serta pembuatan QRIS sebagai upaya meningkatkan visibilitas usaha sekaligus mempermudah transaksi non-tunai.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi tema besar KKN Kelompok 39, yaitu Penguatan Literasi, yang tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif untuk mendukung aktivitas ekonomi.
Melalui pendampingan secara langsung di lokasi masing-masing UMKM, mahasiswa membantu pelaku usaha mengenalkan bisnisnya ke platform digital agar lebih mudah ditemukan calon pelanggan, sekaligus memperkenalkan sistem pembayaran digital yang semakin banyak digunakan masyarakat.
Dorong UMKM Beradaptasi dengan Ekonomi Digital
Sebelum pendampingan dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu mendata UMKM yang belum memiliki titik lokasi usaha di Google Maps maupun belum menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran.
Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai manfaat transformasi digital bagi pengembangan usaha, mulai dari memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kepercayaan pelanggan, hingga memberikan kemudahan dalam proses transaksi.
Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan membantu proses pendaftaran lokasi usaha pada Google Maps, pengajuan QRIS, serta memberikan penjelasan mengenai cara pengelolaan kedua layanan tersebut agar pelaku UMKM mampu menggunakannya secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Literasi Digital Jadi Bekal Penguatan Ekonomi Masyarakat
Anggota KKN Kelompok 39, Falsha Syazierah, menjelaskan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah.
“Bagi kami, literasi hari ini tidak hanya berarti mampu membaca dan menulis. Literasi juga berarti mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui Google Maps, kami ingin membantu UMKM agar usahanya lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Melalui QRIS, kami ingin memudahkan proses transaksi agar lebih praktis dan mengikuti perkembangan zaman. Kami berharap pendampingan ini menjadi langkah kecil yang dapat membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk terus berkembang di era digital,” ujarnya.
Hal senada disampaikan anggota KKN lainnya, Rizka Rizkiatul Fuadah, yang menilai bahwa penguatan literasi digital merupakan investasi penting bagi keberlanjutan usaha masyarakat.
“Kami percaya bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang kemampuan memahami serta memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendampingan pendaftaran Google Maps dan pembuatan QRIS, kami ingin membantu pelaku UMKM agar lebih mudah dikenal masyarakat, lebih siap menghadapi perkembangan digital, dan mampu meningkatkan daya saing usahanya. Harapannya, penguatan literasi ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman,” ungkapnya.
Pengabdian Mahasiswa Dukung Transformasi Digital Desa
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung transformasi digital masyarakat melalui pemberdayaan UMKM berbasis teknologi. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat agar mampu mengelola teknologi digital secara mandiri.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong lahirnya inovasi pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi digital, memperluas akses ekonomi masyarakat, serta mendukung pengembangan UMKM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.


