UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 52 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Penguatan Literasi bertema “Menumbuhkan Minat Baca Anak melalui Peran Aktif Guru dan Orang Tua” pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di SDN 1 Gujeg, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon.
Seminar menghadirkan Yan Yuliani, S.Pd. sebagai narasumber dan Mohamad Rafli sebagai moderator. Kegiatan turut melibatkan unsur sekolah, komite sekolah, pemerintah desa, guru, orang tua, serta mahasiswa KKN sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya budaya literasi bagi anak.
Literasi sebagai Bekal Anak di Era Digital
Seminar ini dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa KKN selama menjalankan program pengabdian di Desa Gujeg. Minat anak-anak terhadap aktivitas membaca dinilai cukup baik, namun kemampuan membaca mereka masih beragam. Di sisi lain, perkembangan teknologi dan era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam membangun kebiasaan membaca anak.
Melalui seminar tersebut, peserta diajak memahami bahwa literasi tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta membangun karakter. Penguatan literasi menjadi semakin penting agar anak mampu menyaring dan memahami berbagai informasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Guru dan Orang Tua Punya Peran Strategis
Dalam pemaparan materi, peserta memperoleh pemahaman bahwa upaya menumbuhkan minat baca tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Guru dan orang tua memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang mendorong anak untuk membaca secara konsisten.
Pembiasaan membaca di rumah maupun sekolah, penyediaan pojok baca, pendampingan orang tua, serta kegiatan literasi yang dilakukan secara rutin menjadi beberapa langkah yang dapat diterapkan. Dengan dukungan lingkungan terdekat, membaca diharapkan dapat berkembang dari sekadar aktivitas menjadi kebiasaan sehari-hari.
Kolaborasi Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Nur Aini selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KKN Kelompok 52, Kepala SDN 1 Gujeg, Ketua Komite Sekolah, dan Kuwu Desa Gujeg. Acara kemudian memasuki sesi pemaparan materi dan diskusi bersama peserta.
Keterlibatan berbagai unsur dalam seminar menjadi bagian penting dari pesan utama kegiatan, yaitu membangun budaya literasi melalui kolaborasi. Sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu bergerak bersama agar lingkungan belajar anak semakin kondusif dan berkelanjutan.
Semangat tersebut sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung kesempatan belajar yang inklusif serta peningkatan kualitas pendidikan. Inisiatif KKN 52 juga mencerminkan semangat Kampus Inklusif dengan menghadirkan kontribusi perguruan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Membangun Budaya Membaca secara Berkelanjutan
Seminar Penguatan Literasi KKN Kelompok 52 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi menjadi pemantik bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat Desa Gujeg untuk terus mengembangkan kebiasaan membaca anak.
Melalui sinergi berbagai pihak, penguatan literasi dapat dilakukan secara konsisten melalui pembiasaan membaca, penyediaan ruang literasi yang menarik, pendampingan keluarga, serta berbagai kegiatan kreatif. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan membaca yang lebih baik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mampu memahami informasi, berpikir kritis, dan memiliki karakter positif.


