UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 78 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Seminar Edukasi Anti-Bullying di SDN 2 Japura Lor pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 tersebut dilaksanakan di dalam kelas dengan melibatkan siswa dan pihak sekolah sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan menghadirkan Roikhatul Jannah sebagai pemateri dan Muhammad Dhaifu Rahman sebagai moderator. Melalui penyampaian materi dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan bullying.
Mengenali Bentuk dan Dampak Bullying
Edukasi anti-bullying dilaksanakan sebagai salah satu program kerja KKN Kelompok 78 untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perundungan. Materi diberikan dengan pendekatan yang sesuai dengan usia siswa sekolah dasar agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, baik melalui perkataan maupun tindakan, yang dapat membuat orang lain merasa takut, sedih, tertekan, atau tidak nyaman. Pemahaman tersebut penting agar siswa mampu membedakan perilaku bercanda dengan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Berlangsung Interaktif dan Dorong Keberanian Siswa
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta sesi berbagi pengalaman. Antusiasme siswa terlihat dari keberanian beberapa peserta untuk mengajukan pertanyaan dan menceritakan pengalaman terkait ejekan maupun perlakuan yang pernah membuat mereka merasa tidak nyaman.
Ruang diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa setiap orang memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai. Siswa juga diarahkan untuk tidak menjadi pelaku maupun membiarkan tindakan perundungan terjadi di lingkungan sekolah.
Bangun Sikap Peduli dan Berani Melapor
Selain mengenali bullying, siswa diajak membangun sikap saling menghargai, peduli, dan berempati terhadap teman. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya berani menyampaikan atau melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun orang dewasa yang dipercaya.
Ketua KKN Kelompok 78, Naufal Faqih Ramadani, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan dan antusiasme siswa.
“Kami sangat bersyukur kegiatan edukasi anti-bullying di SDN 2 Japura Lor dapat berjalan dengan lancar. Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih memahami bahwa setiap perkataan dan tindakan kepada teman harus dilakukan dengan penuh rasa hormat. Kami juga senang melihat antusiasme para siswa, terutama ketika beberapa siswa berani menyampaikan cerita dan pendapat mereka. Bagi kami, keberanian untuk berbicara merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.”
Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Inklusif
Kegiatan mendapat respons positif dari siswa dan pihak sekolah. Edukasi anti-bullying diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat budaya sekolah yang mengedepankan rasa aman, kepedulian, empati, dan penghargaan terhadap sesama.
Upaya tersebut sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik. Kegiatan ini juga memperkuat semangat Kampus Inklusif UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui kontribusi mahasiswa dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih ramah bagi anak.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan kolaborasi antara siswa, guru, keluarga, serta masyarakat, pencegahan bullying diharapkan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi setiap anak untuk tumbuh, berkembang, dan mengekspresikan diri secara positif.


