UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 138 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi pengangkatan sampah liar di sepanjang ruas jalan Desa Pengarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, pada 17 Juli 2026. Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Babinsa, Pemerintah Kecamatan Pangenan, Pemerintah Desa Pengarengan, serta didukung oleh Radar Cirebon sebagai mitra publikasi.
Aksi gotong royong tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi penumpukan sampah liar yang selama ini mengganggu keindahan dan kesehatan lingkungan desa.
Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Lingkungan Bersih
Kegiatan diawali dengan pembersihan area yang dipenuhi sampah di sepanjang tepi jalan Desa Pengarengan. Mahasiswa KKN bersama Babinsa, petugas DLH, aparatur pemerintah desa, serta unsur kecamatan bergotong royong mengumpulkan dan mengangkut sampah menggunakan peralatan kebersihan yang telah disiapkan.
Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dipindahkan ke lokasi pembuangan yang sesuai agar tidak kembali mencemari lingkungan. Melalui kerja sama lintas sektor ini, proses pembersihan berlangsung lebih efektif sekaligus menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Anggi Yus Susilowati, M.Si., mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menghadirkan program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Edukasi Masyarakat untuk Menghentikan Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan
Selain membersihkan sampah, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Mahasiswa KKN berharap aksi tersebut mampu membangun kesadaran kolektif sehingga budaya hidup bersih dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Pengarengan.
Camat Pangenan, Baihaqi, menegaskan bahwa persoalan sampah liar tidak cukup diselesaikan melalui aksi bersih-bersih semata, tetapi juga membutuhkan komitmen bersama dalam pengawasan dan penegakan aturan.
“Penerapan sanksi bagi pelaku pembuang sampah liar masih memerlukan pembahasan lebih lanjut, mengingat dibutuhkan pengawasan yang konsisten dan belum tentu pelaku merupakan warga sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Pengarengan, Carsadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi kebersihan tersebut. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi langkah positif dalam menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Pengabdian Mahasiswa untuk Lingkungan Berkelanjutan
Kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 138 dalam aksi ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program edukasi, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat kewilayahan, media, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan yang terus berlanjut di Desa Pengarengan.
Keterkaitan dengan SDGs
Kegiatan ini mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui upaya menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman.
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengurangan pencemaran lingkungan akibat sampah liar.
- SDG 15 – Menjaga Ekosistem Daratan, melalui pelestarian kualitas lingkungan di kawasan permukiman.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, Babinsa, DLH, media, dan masyarakat.


