UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 26 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendorong peningkatan literasi digital guru melalui seminar bertajuk “Digital Learning Innovation 5.0” di Balai Desa Mundumesigit, pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan era digital.
Seminar diikuti oleh guru-guru di lingkungan setempat. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Kuwu Mundumesigit, Syarifudin, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Indra Gunawan, M.Pd. mengenai inovasi media pembelajaran digital.
Dorong Guru Adaptif Menghadapi Pembelajaran Era Digital
Dalam pemaparannya, Indra Gunawan membahas pentingnya kemampuan pendidik dalam memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Guru tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga memilih dan mengembangkan media yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Salah satu pesan yang ditekankan dalam seminar adalah bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) perlu ditempatkan sebagai teknologi pendukung bagi pendidik.
“AI agent dan Generatif AI bukan untuk menggantikan pendidik, tetapi untuk memberdayakan pendidik yang lebih cerdas, inklusif, dan berdampak.”
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan teknologi pendidikan yang semakin cepat. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih kreatif sekaligus tetap mempertahankan peran pendidik sebagai pengarah dan pembentuk karakter peserta didik.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Para guru aktif menyampaikan pertanyaan serta berdiskusi mengenai penerapan media pembelajaran digital dalam kegiatan belajar mengajar. Sesi tanya jawab juga dikemas secara interaktif dengan pemberian hadiah kepada peserta.
Tingkatkan Keterampilan dan Literasi Digital Guru
Melalui seminar ini, KKN Kelompok 26 tidak hanya memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga mendorong guru untuk lebih percaya diri dalam mengeksplorasi berbagai media digital untuk pembelajaran.
Peningkatan literasi digital tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Guru dapat lebih adaptif terhadap perubahan teknologi, memilih media pembelajaran secara tepat, serta menghadirkan proses belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Jazariyah, M.Pd., Ketua Kelompok A’mal Maulana, serta Ketua RW Nawawi turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa KKN bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran KKN sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan, mahasiswa turut mendorong penguatan kapasitas pendidik agar mampu menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
Dorong Pendidikan Berkualitas melalui Transformasi Digital dan SDGs
Seminar “Digital Learning Innovation 5.0” turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kapasitas guru dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih inovatif.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengenalan inovasi teknologi digital dalam sektor pendidikan. Selain itu, kolaborasi mahasiswa KKN, pemerintah desa, guru, dan narasumber menjadi bagian dari SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dengan bertambahnya wawasan dan keterampilan digital para guru, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di lingkungan Desa Mundumesigit.


