UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama masyarakat Desa Mayung melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi mahasiswa dan warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus memperkuat budaya gotong royong yang telah lama menjadi nilai luhur masyarakat.
Aksi sosial tersebut difokuskan pada pembersihan sampah di sepanjang jalan desa, area permukiman, serta saluran air yang dipenuhi lumpur, sampah, dan tanaman liar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membangun kedekatan dengan warga melalui kerja sama yang penuh semangat kebersamaan.
Bersama Membersihkan Lingkungan dan Saluran Air
Pelaksanaan gotong royong diawali dengan pembagian area kerja antara mahasiswa KKN dan masyarakat. Dengan menggunakan peralatan seperti sapu, cangkul, sekop, dan karung sampah, seluruh peserta bekerja sama membersihkan lingkungan secara menyeluruh.
Sampah yang berhasil dikumpulkan dipilah dan dibuang ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan, sementara saluran air dibersihkan agar alirannya kembali lancar. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko genangan air saat musim hujan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat Desa Mayung.
Semangat kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa dan warga saling membantu tanpa membedakan tugas, mencerminkan nilai gotong royong sebagai kekuatan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan desa.
Menumbuhkan Kepedulian dan Mempererat Kebersamaan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 45, Dr. H. Aguslani Mushlih, M.Ag., mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari implementasi pengabdian mahasiswa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat karakter kepedulian sosial.
Perwakilan Mahasiswa KKN Kelompok 45 menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong menjadi momentum untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat.
“Gotong royong ini menjadi bukti bahwa membangun desa tidak selalu dimulai dari hal besar. Dengan bekerja bersama membersihkan lingkungan dan saluran air, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian serta mempererat kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Mayung. Semoga semangat ini terus terjaga meskipun masa pengabdian kami telah berakhir,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa Mayung yang menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga menghidupkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 45 berharap budaya gotong royong tetap terpelihara di tengah masyarakat sehingga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan terus berlanjut, bahkan setelah program KKN berakhir.
Berkontribusi terhadap Pencapaian SDGs
Kegiatan gotong royong ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat.
- SDG 6 – Air Bersih dan Sanitasi Layak, dengan membersihkan saluran air agar berfungsi optimal dan mengurangi potensi pencemaran.
- SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui upaya menjaga kebersihan lingkungan permukiman secara bersama-sama.
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui pencegahan genangan air dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, tokoh masyarakat, dan warga Desa Mayung.


