UIN Siber Cirebon – KKN Kelompok 26 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan program Laskar Literasi sebagai ruang edukatif untuk menumbuhkan minat literasi, kreativitas, keberanian, dan potensi anak-anak di Desa Mundumesigit. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, 18–20 Agustus 2026, tersebut berlangsung di Balai Desa Mundumesigit dan diikuti anak-anak PAUD dan SD bersama masyarakat setempat.
Laskar Literasi dikemas melalui berbagai kegiatan yang memadukan unsur edukasi dan kompetisi. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, sekaligus mengembangkan kepercayaan diri melalui aktivitas yang menyenangkan.
Hadirkan Beragam Perlombaan Literasi
Rangkaian Laskar Literasi menghadirkan sejumlah perlombaan yang disesuaikan dengan jenjang peserta. Anak-anak PAUD mengikuti lomba mewarnai, sementara peserta tingkat SD berkompetisi dalam menulis cerpen, membaca puisi, dan story telling.
Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan anak dari berbagai sisi. Mewarnai memberikan ruang bagi anak untuk mengasah kreativitas visual, sedangkan menulis cerpen mendorong kemampuan menuangkan ide dan imajinasi ke dalam tulisan.
Sementara itu, membaca puisi dan story telling menjadi sarana untuk melatih keberanian berbicara, ekspresi, serta kemampuan menyampaikan gagasan di hadapan orang lain. Dengan pendekatan yang partisipatif, anak-anak tidak hanya menjadi peserta perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Dorong Literasi yang Kreatif dan Inklusif
Laskar Literasi menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang inklusif dan menyenangkan bagi anak-anak Desa Mundumesigit. Melalui kegiatan yang memadukan pendidikan dan kreativitas, mahasiswa KKN berupaya membangun pengalaman literasi yang dekat dengan dunia anak.
Program tersebut sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung tersedianya kesempatan belajar yang inklusif, kreatif, dan partisipatif. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan untuk berkomunikasi, berpikir, berkreasi, dan mengekspresikan diri.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 26, Ibu Jazariyah, M.Pd., turut memberikan pendampingan dalam pelaksanaan program. Kehadiran DPL, perangkat desa, masyarakat, serta mahasiswa KKN menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan pendidikan di lingkungan masyarakat.
Malam Puncak Jadi Ruang Apresiasi
Rangkaian Laskar Literasi kemudian ditutup melalui malam puncak yang diisi dengan pemberian penghargaan kepada peserta, pentas seni, serta penayangan dokumentasi kegiatan. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keberanian dan kreativitas anak-anak yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan penutupan juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat kembali proses dan semangat anak-anak selama mengikuti Laskar Literasi. Keterlibatan masyarakat dan perangkat Desa Mundumesigit turut memperkuat suasana kebersamaan dalam program pengabdian tersebut.
“Semoga dengan diagendakan Laskar Literasi ini menjadi manfaat bagi kita semua,” ungkap salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan.
Tinggalkan Semangat Literasi Berkelanjutan
Bagi KKN Kelompok 26, Laskar Literasi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan selama masa pengabdian. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya budaya literasi, semangat belajar, kreativitas, dan rasa percaya diri anak-anak Desa Mundumesigit secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi mahasiswa, masyarakat, perangkat desa, dan pihak pendidikan, Laskar Literasi menjadi contoh bahwa penguatan pendidikan di masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Semangat tersebut sekaligus mencerminkan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan Kampus Inklusif yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian Laskar Literasi, diharapkan semangat membaca, menulis, berkarya, dan berani berekspresi dapat terus tumbuh di kalangan anak-anak Desa Mundumesigit setelah program KKN Kelompok 26 selesai.


