UIN Siber Cirebon — Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) kembali menggelar kegiatan mentoring rutin bagi mahasiswa penerima beasiswa pada Kamis, 21 Mei 2026 di Ayam Penyet Surabaya Tuparev, Cirebon. Kegiatan yang diikuti mahasiswa BCB Angkatan 6 dan 7 ini mengangkat tema “Manajemen Waktu dan Produktivitas” dengan menghadirkan Mentor BCB UIN SSC, Wulandari, M.A.Hum., sebagai pemateri utama.
Mentoring rutin tersebut menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang bertujuan membentuk mahasiswa berprestasi, disiplin, dan produktif, baik dalam bidang akademik maupun pengembangan diri.
Dalam kesempatan itu, Wulandari juga menegaskan bahwa keaktifan mahasiswa dalam mengikuti mentoring menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi penerima beasiswa, termasuk peluang memperoleh beasiswa lanjutan seperti beasiswa riset.
“Mahasiswa BCB harus menjaga komitmen akademik dan organisasi. Selain mempertahankan IPK di atas 3,5, mahasiswa juga diharapkan aktif berkontribusi dalam kegiatan Baznas dan mampu menyelesaikan studi tepat waktu,” ujarnya.
Mentoring BCB Jadi Ruang Pembinaan Mahasiswa Berprestasi
Kegiatan mentoring BCB tidak hanya berfokus pada pembinaan akademik, tetapi juga menjadi ruang pengembangan karakter, kepemimpinan, dan manajemen diri mahasiswa.
Melalui tema manajemen waktu dan produktivitas, peserta diajak memahami pentingnya kemampuan mengatur aktivitas secara efektif agar mampu menyeimbangkan tanggung jawab akademik, organisasi, dan pengembangan diri.
Suasana mentoring berlangsung interaktif dengan diskusi, refleksi, dan pembahasan berbagai tantangan mahasiswa dalam mengelola waktu di tengah aktivitas perkuliahan dan organisasi.
Empat Pilar Produktivitas Mahasiswa
Dalam pemaparannya, Wulandari menjelaskan empat pilar utama produktivitas yang perlu dimiliki mahasiswa, yaitu fokus, disiplin, konsisten, dan kemampuan menentukan prioritas.
Menurutnya, mahasiswa sering kali mengalami kesulitan menyelesaikan tugas bukan karena kurang mampu, tetapi karena belum memiliki manajemen waktu yang baik.
“Kita harus bisa memanage waktu, supaya kita yang mengatur waktu, bukan waktu yang mengatur kita,” tegasnya.
Ia juga memperkenalkan konsep matriks prioritas empat kuadran sebagai strategi sederhana dalam mengelola aktivitas sehari-hari. Tugas yang mendesak dan penting harus segera diselesaikan, tugas mendesak namun kurang penting dapat didelegasikan, tugas penting tetapi belum mendesak perlu dijadwalkan, sedangkan aktivitas yang tidak penting dan tidak mendesak sebaiknya dihindari.
Dorong Mahasiswa Hindari Prokrastinasi
Selain membahas manajemen prioritas, peserta juga diberikan strategi untuk menghindari prokrastinasi atau kebiasaan menunda pekerjaan.
Wulandari menyampaikan bahwa salah satu langkah sederhana untuk melawan rasa malas adalah memulai pekerjaan dari lima menit pertama. Menurutnya, langkah kecil dapat membantu membangun konsistensi dan motivasi dalam menyelesaikan tugas.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memecah pekerjaan besar menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dikerjakan, mengurangi distraksi saat belajar, serta menetapkan target yang realistis dan terukur.
“Produktivitas bukan berarti sibuk sepanjang waktu, tetapi bagaimana kita mampu mengelola waktu secara efektif dan menyelesaikan hal-hal yang benar-benar penting,” jelasnya.
Bentuk Mahasiswa BCB yang Unggul dan Adaptif
Melalui mentoring rutin ini, mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan mampu menjadi pribadi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kemampuan manajemen diri yang baik.
Program mentoring juga menjadi bentuk komitmen pembinaan mahasiswa agar tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga memiliki karakter disiplin, tanggung jawab, dan semangat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, mahasiswa BCB diharapkan dapat terus berkembang menjadi generasi muda yang produktif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sosial maupun dunia pendidikan.


