UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat melalui pelepasan 2.204 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026. Program pengabdian masyarakat tersebut resmi dilepas oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., pada Senin (13/7/2026) di Gedung Siber SBSN Lantai 8.
KKN Tematik 2026 bukan sekadar agenda akademik tahunan, tetapi menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
Acara pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Ketua Senat, para Dekan, Ketua dan Sekretaris LPPM, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, hingga berbagai mitra strategis dari pemerintah, dunia industri, dan tokoh masyarakat.
Turut hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Cirebon, H. Mochamad Syafrudin selaku Asisten Daerah (ASDA) Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bappeda Kabupaten Cirebon, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Camat Mundu, Camat Kesambi, Lurah Karyamulya, Lurah Sunyaragi, serta berbagai mitra pengabdian seperti INOVASI Jawa Barat, Yayasan Wangsakerta, Koalisi Rakyat Bersihkan Cirebon (KARBON), hingga KH. Lukman Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin.
Sebanyak 2.204 Mahasiswa Diterjunkan ke Tiga Daerah
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan SDGs LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., dalam laporannya menjelaskan bahwa pada tahun ini UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menerjunkan 2.204 mahasiswa aktif yang terbagi ke dalam 145 kelompok KKN Tematik.
Sebaran peserta meliputi:
- Kabupaten Cirebon: 1.930 mahasiswa
- Kabupaten Indramayu: 138 mahasiswa
- Kota Cirebon: 121 mahasiswa
Program pengabdian berlangsung selama 40 hari, mulai 13 Juli hingga 21 Agustus 2026.
Menurut Dr. Budi Manfaat, sekitar 88 persen kelompok KKN ditempatkan di Kabupaten Cirebon sebagai wilayah prioritas pengabdian.
“KKN Tematik tahun ini mengusung tiga tema besar yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, yaitu Penguatan Literasi, Pendampingan Proses Produk Halal (PPH), serta Pelestarian Lingkungan. Ketiga tema tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wahana pembelajaran langsung bagi mahasiswa,” jelasnya.
Tiga Tema Besar untuk Menjawab Tantangan Masyarakat
Berbeda dengan KKN konvensional, KKN Tematik 2026 dirancang lebih fokus terhadap isu-isu strategis pembangunan daerah.
Tiga tema utama yang diangkat meliputi:
- Penguatan Literasi, bekerja sama dengan INOVASI Jawa Barat, untuk meningkatkan budaya membaca, kemampuan numerasi, serta kualitas pendidikan masyarakat.
- Pendampingan Proses Produk Halal (PPH) bersama BPJPH, guna membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal sehingga mampu meningkatkan daya saing produknya.
- Pelestarian Lingkungan, berkolaborasi dengan Yayasan Wangsakerta dan Koalisi Rakyat Bersihkan Cirebon (KARBON) melalui berbagai program edukasi dan aksi nyata menjaga lingkungan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pemkab Cirebon: Tinggalkan Jejak, Bukan Sekadar Datang
Mewakili Bupati Cirebon, H. Mochamad Syafrudin menyampaikan pesan agar mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi mampu meninggalkan perubahan positif di tengah masyarakat.
“Pesan Bapak Bupati Cirebon sangat jelas, mahasiswa KKN harus meninggalkan bekas melalui praktik-praktik baik yang berdampak nyata dan mampu membawa perubahan bagi masyarakat. Jadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian yang memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang secara konsisten mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian masyarakat.
INOVASI Jawa Barat Siap Perkuat Literasi Masyarakat
Perwakilan INOVASI Jawa Barat menyatakan komitmennya mendukung penuh pelaksanaan KKN Tematik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya dalam bidang penguatan literasi.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar melalui pendekatan yang lebih inovatif, partisipatif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
KH. Lukman Hakim: Jadilah Mahasiswa yang Meninggalkan Jejak Kebaikan
Suasana semakin bermakna saat sesi refleksi dan motivasi yang disampaikan oleh KH. Lukman Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin.
Dalam pesannya, ia mengajak seluruh mahasiswa menjadikan KKN sebagai ladang pengabdian yang bernilai ibadah.
“Jangan hanya datang dan pulang tanpa makna. Tinggalkan jejak kebaikan, hadirkan perubahan, dan jadilah bagian dari solusi atas persoalan masyarakat. Itulah hakikat pengabdian seorang mahasiswa,” pesannya.
Rektor: KKN Harus Mendukung 17 Tujuan SDGs dan Memberikan Dampak Nyata
Dalam arahannya sekaligus melepas secara resmi peserta KKN Tematik 2026, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa KKN merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan transformasi kampus yang berdampak bagi masyarakat.
Menurut Prof. Aan, tema Penguatan Literasi, Pendampingan Proses Produk Halal (PPH), dan Pelestarian Lingkungan dipilih karena selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional sekaligus mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang berorientasi pada inovasi dan kebermanfaatan.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, menghadirkan solusi, dan membangun kolaborasi. Ilmu yang diperoleh di kampus harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Prof. Aan.
Ia juga memaparkan berbagai capaian transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon selama beberapa tahun terakhir, mulai dari penguatan internasionalisasi, digitalisasi layanan akademik, peningkatan kualitas riset, hingga perluasan kerja sama global.
Lebih lanjut, Prof. Aan menegaskan bahwa salah satu program prioritas universitas adalah mendukung implementasi 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui seluruh aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Seluruh program KKN harus mampu berkontribusi terhadap pencapaian SDGs. Ketika mahasiswa membantu meningkatkan literasi masyarakat, mendampingi UMKM memperoleh sertifikat halal, atau menggerakkan pelestarian lingkungan, sesungguhnya mereka sedang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Indonesia,” tegasnya.
Ia berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan kepedulian sosial selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
KKN Tematik Jadi Wujud Kampus Berdampak
Pelaksanaan KKN Tematik 2026 menunjukkan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan memecahkan persoalan masyarakat, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.

2.204 Mahasiswa UIN Siber Cirebon Siap Mengabdi! KKN Tematik 2026 Resmi Dimulai, Usung Literasi, Produk Halal, dan Pelestarian Lingkungan
Melalui kolaborasi bersama pemerintah, mitra pembangunan, dan masyarakat, KKN Tematik diharapkan melahirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi melalui sertifikasi halal, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak perubahan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.










