UIN Siber Cirebon – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat internasional terhadap International Cyber Scholarship (ICS) 2026 yang berhasil menarik 858 pendaftar dari berbagai negara. Menurutnya, capaian tersebut merupakan indikator nyata bahwa transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University semakin mendapat pengakuan di tingkat global.
Prof. Aan menegaskan, keberhasilan menjaring ratusan calon mahasiswa internasional bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, inklusif, berbasis teknologi digital, serta mampu menjawab tantangan zaman.
“Sebanyak 858 pendaftar dari berbagai negara bukan sekadar angka statistik, melainkan wujud kepercayaan dunia kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kepercayaan ini harus kami jawab dengan layanan pendidikan yang unggul, tata kelola yang profesional, serta lingkungan akademik yang mampu melahirkan generasi berkarakter, inovatif, dan berdaya saing global,” ujar Prof. Aan.
Menurutnya, proses seleksi yang sangat ketat hingga menghasilkan 25 kandidat terbaik dari 13 negara menunjukkan komitmen universitas dalam menjaga kualitas mahasiswa internasional yang akan bergabung di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel, sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan, kompetensi akademik, motivasi, serta integritas pribadi.
“Kami tidak hanya mencari mahasiswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang memiliki wawasan global, menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama, menghargai keberagaman, dan siap menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat dunia,” jelasnya.
Sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, lanjut Prof. Aan, terus mengembangkan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin.
Baginya, kehadiran mahasiswa internasional akan memperkaya suasana akademik kampus melalui pertukaran budaya, pengalaman, perspektif, serta kolaborasi lintas negara yang bermanfaat bagi seluruh sivitas akademika.
“Kami ingin menghadirkan kampus yang menjadi ruang bertemunya berbagai bangsa, budaya, dan pemikiran dalam semangat saling menghormati. Dari Cirebon, kami ingin membangun jejaring ilmu pengetahuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia,” ungkapnya.
Prof. Aan juga menilai bahwa International Cyber Scholarship merupakan bagian dari diplomasi pendidikan Indonesia di tingkat internasional. Melalui program tersebut, mahasiswa asing tidak hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga mengenal wajah Islam Indonesia yang damai, toleran, dan menghargai keberagaman.
“Ketika para mahasiswa internasional kembali ke negara asalnya, kami berharap mereka membawa lebih dari sekadar ijazah. Mereka akan menjadi duta persahabatan, duta moderasi beragama, sekaligus duta UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang memperkenalkan Indonesia sebagai pusat pendidikan Islam yang maju, inklusif, dan berbasis teknologi digital,” tuturnya.
Lebih jauh, Prof. Aan menegaskan bahwa internasionalisasi bukan hanya tentang meningkatkan jumlah mahasiswa asing, melainkan membangun kolaborasi global yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia optimistis, dengan semakin luasnya jejaring internasional yang dimiliki UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, visi menjadi World Class Cyber Islamic University akan semakin cepat terwujud.
“Kami akan terus membuka ruang kolaborasi internasional, memperkuat kualitas akademik, memperluas kemitraan global, serta menciptakan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan. Karena pendidikan terbaik adalah pendidikan yang mampu memberi manfaat, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” pungkas Prof. Aan.
Melalui International Cyber Scholarship 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga semakin diperhitungkan di kancah internasional. Program ini menjadi bukti bahwa transformasi digital yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman mampu melahirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat global.


