Forum Dialog Antaragama Satukan Mahasiswa dari UIN Siber Cirebon, UIN Bandung, Universitas Paramadina, dan Kampus Mubarak Bogor
UIN Siber Cirebon (Bogor) — Semangat toleransi, moderasi beragama, dan pendidikan perdamaian menggema dalam kegiatan Perjumpaan Mahasiswa Lintas Kampus & Lintas Iman yang digelar oleh Paramadina Center for Religion and Philosophy (PCRP) Universitas Paramadina bersama Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Senin, 11 Mei 2026 di Kampus Mubarak, Jalan Raya Parung, Bogor.
Kegiatan yang mengusung tema “Dialog Antaragama sebagai Strategi Pendidikan Perdamaian di Perguruan Tinggi” ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yakni Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Paramadina Jakarta, serta mahasiswa Kampus Mubarak Bogor sebagai tuan rumah.
Sebanyak 160 mahasiswa dan 12 orang pendamping hadir dalam kegiatan tersebut. Dari FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sendiri turut hadir 40 mahasiswa bersama tiga pendamping, yakni Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I. selaku Wakil Dekan II FDKI, Musyahwi, M.Socio. selaku Ketua Jurusan Studi Agama, serta Nur Laeli Khikmawati, M.Ant. selaku Sekretaris Jurusan Studi Agama.
Bangun Toleransi dan Akhlak Kebangsaan
Direktur PCRP Universitas Paramadina, Dr. Budhy Munawwar Rahman, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan menyamakan keyakinan atau aqidah, melainkan memperkuat toleransi dan merawat akhlak kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.
“Kita boleh berbeda kitab, tetapi luka kemanusiaan kita sama. Mahasiswa harus menjadi jembatan, bukan tembok pemisah,” tegas Budhy Munawwar Rahman di hadapan peserta forum.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ruang dialog yang sehat, inklusif, dan damai di tengah tantangan polarisasi sosial dan meningkatnya ujaran kebencian berbasis agama di ruang digital.
Mahasiswi FDKI UIN Siber Cirebon Pimpin Sesi Dialog
Salah satu hal menarik dalam kegiatan ini adalah keterlibatan aktif mahasiswa FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Sesi dialog lintas kampus dan lintas iman dipandu langsung oleh Ghaziya Miladiyah Khaerunnisa, mahasiswi FDKI UINSSC Cirebon.
Dalam sesi tersebut, para mahasiswa dari empat kampus saling bertukar pengalaman terkait praktik toleransi, moderasi beragama, dan upaya membangun ruang dialog di lingkungan kampus masing-masing.
Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta menyampaikan pentingnya memperkuat literasi agama, membangun komunikasi lintas iman, serta menghadirkan pendidikan yang mengedepankan nilai kemanusiaan universal.
Bahas Ujaran Kebencian hingga Radikalisme
Memasuki sesi Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu Aniq HT dari PCRP, peserta diajak mengidentifikasi berbagai persoalan sosial yang sering mengatasnamakan agama.
Beberapa isu yang mengemuka antara lain ujaran kebencian di media sosial, radikalisme agama, ekstremisme, politisasi ayat saat pemilu, hingga stigma negatif antarormas keagamaan.
Dalam diskusi tersebut, peserta menyimpulkan bahwa salah satu akar persoalan muncul akibat rendahnya literasi agama yang tidak diimbangi dengan pemahaman moderat dan dialog terbuka.
“Akarnya satu, yaitu literasi agama yang rendah tetapi ghirah tinggi,” ungkap salah satu peserta FGD.
Dari hasil diskusi, lahirlah Komitmen Cinta 4 Kampus yang berisi tiga poin penting:
- Menolak ujaran kebencian atas nama agama;
- Mengutamakan tabayyun sebelum menyebarkan informasi;
- Membangun kolaborasi aksi kemanusiaan tanpa sekat iman.
Kreativitas Mahasiswa Warnai Penutupan Acara
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB ini ditutup dengan penampilan kreativitas mahasiswa dari empat perguruan tinggi. Berbagai penampilan seperti lagu nasional, pembacaan puisi, hingga stand up comedy turut memeriahkan suasana dan mempererat hubungan antarmahasiswa lintas kampus dan lintas iman.
Pimpinan Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Kampus Mubarak, Zaki Firdaus Syahid, S.T., M.T., mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud nyata implementasi moderasi beragama di kalangan generasi muda.
“Kalau mahasiswa sudah duduk satu meja, Indonesia aman. Karena calon pemimpinnya sudah lulus ujian cinta sebelum ujian skripsi,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Perkuat Moderasi Beragama dan Pendidikan Perdamaian
Partisipasi mahasiswa FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam forum lintas iman ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam membangun budaya dialog, toleransi, dan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa serta membangun generasi muda yang inklusif, humanis, dan siap menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.






