UIN Siber Cirebon — UPT Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan bedah buku bertajuk “Teknologi dan Informasi dalam Manajemen Pendidikan: Membangun Generasi Literat dan Inovatif” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 5 Gedung Siber UINSSC ini menghadirkan dua penulis buku sekaligus narasumber, yakni Syibli Maufur, M.Pd dan Inu Eka Nugraha, S.Hut., M.Pd.
Bedah buku yang dimoderatori oleh Fitri Nurhasanah tersebut membahas pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital. Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif berdiskusi mengenai tantangan dan peluang teknologi dalam dunia pendidikan.

Perkuat Buda Literasi dan Semangat Inovasi
Ketua Umum Komunitas Cinta Pustaka, Maulidina, menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku ini diharapkan mampu memperkuat buda literasi di lingkungan kampus.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi buda, literasi informasi, dan kemampuan memahami perkembangan teknologi digital.
“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat literasi, literasi buda, dan menumbuhkan semangat inovasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Perpustakaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Tohirin S. Ag, S.IPI, mengatakan bahwa kegiatan bedah buku menjadi salah satu upaya perpustakaan dalam membangun buda akademik yang aktif, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menilai literasi digital menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan transformasi teknologi di dunia pendidikan.
Inu Eka Nugraha Tekankan Pentingnya Berpikir Kritis
Pada sesi pertama, Inu Eka Nugraha membahas tantangan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, masyarakat saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca, tetapi juga harus mampu memilah, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara kritis.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan media digital menghadirkan berbagai tantangan baru, seperti hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan media sosial yang dapat memengaruhi pola pikir masyarakat.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Inu Eka Nugraha juga menjelaskan pentingnya keterampilan abad ke-21 atau 4C, yaitu critical thinking, communication, collaboration, dan creativity. Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk mampu beradaptasi dan berinovasi di era transformasi digital.
“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan inovasi dan solusi, bukan hanya menjadi pengguna pasif di ruang digital,” ungkapnya.
Syibli Maufur Jelaskan Pentingnya Etika Digital
Pada sesi berikutnya, Syibli Maufur menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi. Literasi digital juga mencakup kemampuan memahami informasi, mengevaluasi data, serta memanfaatkan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan dan keamanan data digital.
Menurutnya, terdapat tiga aspek penting dalam literasi digital, yakni kemampuan mengevaluasi informasi, optimalisasi penggunaan teknologi digital, dan etika dalam berinteraksi di ruang digital.
“Literasi digital harus mampu membentuk individu yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki etika serta kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi,” jelasnya.
Diskusi Literasi Digital Berlangsung Interaktif

Kegiatan bedah buku ini berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan literasi digital, keamanan data pribadi, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung manajemen pendidikan modern.
Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mahasiswa semakin siap menghadapi perkembangan teknologi dan mampu menjadi generasi yang literat, inovatif, serta adaptif di era digital. (Mel’s)


