Berita Kegiatan Pojok Rektor
Home » Pos » Berita » Workshop Sosialisasi Manajemen Risiko UIN Siber Cirebon Perkuat Tata Kelola Berbasis Digital

Workshop Sosialisasi Manajemen Risiko UIN Siber Cirebon Perkuat Tata Kelola Berbasis Digital

manajemen risiko

UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Workshop Sosialisasi Manajemen Risiko pada Senin, 11 Mei 2026 bertempat di Lantai 3 Gedung LPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Riyanto, S.T., M.Kom. dan Slamet Pujijanto, S.Kom. dengan moderator Agil Fatkhurrahman, S.Akun. Workshop ini menjadi langkah strategis universitas dalam memperkuat sistem tata kelola berbasis digital melalui implementasi manajemen risiko yang terintegrasi.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan unit, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan unit kerja di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Workshop dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika terkait pentingnya identifikasi, mitigasi, dan pengendalian risiko dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Penguatan Budaya Sadar Risiko di Lingkungan Kampus

Ketua pelaksana kegiatan, Haulah Nakhwatunnisa, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berbasis siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari risiko digital, risiko akademik, risiko tata kelola, hingga risiko reputasi.

Haulah Nakhwatunnisa, M.Si.

Menurutnya, manajemen risiko bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan setiap kebijakan dan program berjalan secara terukur serta memiliki langkah mitigasi yang jelas.

Rektor UIN Siber Cirebon Percepat Penguatan PPID dan Keterbukaan Informasi Publik, Seluruh Unit Diminta Bergerak Cepat Lengkapi Eviden

“Manajemen risiko merupakan bagian penting dalam tata kelola institusi modern. Kehadiran aplikasi manajemen risiko ini menjadi langkah strategis dalam mendukung implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), reformasi birokrasi, serta penguatan budaya sadar risiko di seluruh unit kerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Satuan Tugas Pelaksana Manajemen Risiko bersama PUSTIKOM mengembangkan aplikasi manajemen risiko berbasis digital guna mempermudah unit kerja dalam melakukan pemetaan dan monitoring risiko secara terintegrasi.

“Dengan aplikasi ini, pimpinan dapat melihat dashboard risiko universitas secara real time sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih tepat dan berbasis data,” tambahnya.

Rektor Tekankan Pentingnya Kebijakan Berbasis Identifikasi Risiko

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag., dalam arahannya menegaskan bahwa manajemen risiko harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pengambilan kebijakan di lingkungan universitas.

Ia menyampaikan bahwa seluruh program dan kegiatan harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan dampak, baik internal maupun eksternal, agar kebijakan yang diambil lebih terukur dan memiliki mitigasi yang jelas.

Layanan Kepegawaian UIN Siber Cirebon Gelar Update Mandiri Anomali Database Pegawai, Perkuat Akurasi Data dan Transformasi Digital

Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag.

“Semua program harus mempertimbangkan baik dan buruknya. Risiko harus diidentifikasi selengkap mungkin agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar berbasis data dan mempertimbangkan dampaknya,” ungkapnya.

Prof. Aan juga menjelaskan bahwa implementasi manajemen risiko menjadi bagian dari peta jalan pengembangan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus informatif dan berbasis digital. Menurutnya, penguatan budaya sadar risiko membutuhkan dukungan kebijakan pimpinan, alokasi sumber daya manusia, strategi mitigasi, hingga sistem pemantauan dan pelaporan yang berkelanjutan.

“Penguatan sistem manajemen risiko akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang unggul, transparan, profesional, dan berintegritas,” jelasnya.

Narasumber Paparkan Implementasi Aplikasi Manajemen Risiko

Pada sesi materi, moderator Agil Fatkhurrahman, S.Akun., menyampaikan bahwa workshop difokuskan pada teknis pengisian aplikasi manajemen risiko serta simulasi penggunaan sistem secara langsung.

Senat Mahasiswa FUA UIN Siber Cirebon Gelar Triwulan I, Perkuat Evaluasi dan Tata Kelola ORMAWA Berbasis Profesionalisme

Narasumber pertama, Riyanto, S.T., M.Kom., menjelaskan bahwa aplikasi manajemen risiko merupakan platform pemetaan risiko yang digunakan sejak tahap awal perencanaan program kerja.

workshop manajemen risiko uinssc

“Aplikasi manajemen risiko digunakan untuk memetakan berbagai kemungkinan risiko yang dapat diprediksi sehingga mitigasi dapat dilakukan lebih awal dan terdokumentasi dengan baik,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa sistem aplikasi menggunakan standar internasional ISO 31000:2018 tentang Manajemen Risiko, PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), serta PMK Nomor 191/PMK.09/2008 tentang Manajemen Risiko di lingkungan kementerian dan BLU.

Dalam paparannya, Riyanto juga menjelaskan berbagai kategori risiko yang diterapkan dalam sistem, meliputi risiko strategis, operasional, keuangan, kepatuhan, reputasi, dan teknologi informasi.

Menurutnya, setiap unit kerja memiliki peran sebagai risk owner yang bertugas mengidentifikasi dan memetakan risiko yang pernah terjadi, sedang terjadi, maupun yang diprediksi akan muncul di masa mendatang.

“Tujuan mitigasi risiko adalah untuk mengurangi, menghilangkan, atau menerima risiko sesuai dengan tingkat dampak dan kemungkinan yang terjadi,” terangnya.

workshop manajemen risiko uinssc

Simulasi Aplikasi dan Penguatan Tata Kelola Digital

Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi langsung penggunaan aplikasi manajemen risiko melalui laman riskmanagement.uinssc.ac.id yang dipandu oleh Slamet Pujijanto, S.Kom. bersama Riyanto. Seluruh peserta diberikan kesempatan untuk mencoba pengoperasian sistem, mulai dari input data risiko, penyusunan strategi mitigasi, hingga proses monitoring dan pelaporan.

workshop manajemen risiko uinssc

Melalui workshop ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya dalam membangun budaya sadar risiko sekaligus memperkuat tata kelola perguruan tinggi berbasis teknologi informasi. Implementasi sistem manajemen risiko diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, memperkuat pengendalian internal, serta mendukung terciptanya good university governance di lingkungan kampus. (Mel’s)

Berita Populer

01

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

02

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

03

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Penetapan Keringan UKT Semester Genap 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

May 2026
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Pos Terbaru