UIN Siber Cirebon — Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperkuat budaya literasi di masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pengabdian mahasiswa. Salah satunya dilakukan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 39 yang menghadirkan program KESATRIA BACA (Kelompok Astana Riang Membaca) sebagai inovasi pembelajaran literasi bagi anak-anak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan yang berlangsung di Baperkam Perkutut, Desa Astana, pada Kamis (23/7/2026) tersebut menjadi salah satu program unggulan KKN Kelompok 39 dalam mendukung tema penguatan literasi. Melalui pendekatan belajar yang interaktif, mahasiswa mengajak anak-anak untuk meningkatkan kemampuan membaca dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara menyenangkan.
Program KESATRIA BACA dilaksanakan sebagai bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar di lingkungan desa. Selain memperkenalkan kemampuan membaca dua bahasa sejak dini, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan minat baca anak-anak agar menjadi kebiasaan positif yang berkelanjutan.
Pendampingan Literasi dengan Metode Interaktif
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan mengumpulkan peserta di lokasi pembelajaran sebelum mahasiswa membagi anak-anak ke dalam kelompok belajar sesuai kemampuan membaca masing-masing. Pendampingan dilakukan menggunakan berbagai media edukatif, mulai dari Alat Peraga Edukatif (APE), buku cerita anak, hingga aplikasi pembelajaran digital.
Melalui metode tersebut, anak-anak diajak mengenal huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, serta berlatih mengucapkan kosakata dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Suasana belajar yang santai dan komunikatif membuat peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran.
Ketua KKN Kelompok 39, Zaidan Ali Al Baqiir, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca, tetapi juga sebagai kebiasaan belajar yang dapat tumbuh di lingkungan masyarakat.
“Literasi tidak hanya dibangun melalui pendidikan formal. Kegiatan belajar di masyarakat juga menjadi langkah nyata menciptakan generasi yang gemar membaca,” ujarnya.
Senada dengan itu, anggota KKN Kelompok 39, Falsha Syazierah, menilai bahwa ruang belajar dapat hadir di mana saja selama mampu menghadirkan semangat belajar bagi anak-anak.
“Membaca tidak hanya tumbuh di ruang kelas. Setiap tempat yang menghadirkan semangat belajar, seperti KESATRIA BACA, adalah ruang lahirnya generasi yang cerdas,” tuturnya.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Perkuat Budaya Membaca
Program KESATRIA BACA mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Astana yang dipimpin oleh Kuwu Efi Syaefullah serta didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Idah Faridah Laily. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam membangun budaya literasi.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa KKN Kelompok 39 yang berasal dari berbagai fakultas berkolaborasi untuk menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif sesuai dengan latar belakang keilmuan masing-masing. Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus memperluas wawasan anak-anak.
Melalui KESATRIA BACA, mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjalankan program kerja KKN, tetapi juga menghadirkan ruang belajar alternatif yang mendorong anak-anak lebih percaya diri dalam membaca, berkomunikasi, dan belajar.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan di Desa Astana serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencetak generasi yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Keterkaitan dengan SDGs
Program KESATRIA BACA mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
- SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas): meningkatkan kemampuan literasi dasar anak melalui pembelajaran membaca yang inklusif dan menyenangkan.
- SDG 10 – Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan): memberikan akses pembelajaran tambahan bagi anak-anak di lingkungan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): memperkuat kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.


