UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berpartisipasi dalam pelaksanaan tradisi Sedekah Laut atau Nadran yang digelar masyarakat nelayan Dusun 4 Blok Pintu 5, Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (19/7/2026). Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya melestarikan warisan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi Nadran merupakan agenda tahunan masyarakat pesisir sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan para nelayan. Selain memiliki nilai religius, tradisi ini juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas, gotong royong, dan identitas budaya masyarakat pesisir Cirebon.
Wujud Pengabdian Mahasiswa Melalui Pelestarian Budaya Lokal
Kehadiran mahasiswa KKN Kelompok 10 tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga berbaur bersama masyarakat dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Melalui keterlibatan langsung tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar mengenai nilai-nilai budaya, tradisi, dan kehidupan sosial masyarakat pesisir sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan penghiasan perahu-perahu nelayan yang akan mengikuti prosesi. Selanjutnya masyarakat bersama tokoh agama dan pemerintah desa melaksanakan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki sekaligus memohon keselamatan bagi para nelayan ketika melaut.
Prosesi dilanjutkan dengan arak-arakan menuju lokasi pelarungan sesaji berupa makanan dan minuman ke laut. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa agar hasil tangkapan nelayan semakin melimpah dan aktivitas melaut senantiasa diberi keselamatan.
Memperkuat Kebersamaan Melalui Tradisi Nadran

Memasuki malam hari, masyarakat kembali berkumpul mengikuti doa bersama sebelum menikmati pertunjukan sandiwara rakyat yang menjadi puncak acara. Kesenian tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya lokal yang masih terus dijaga oleh masyarakat Desa Tawangsari.
Kuwu Desa Tawangsari, Rojiki, menegaskan bahwa tradisi Nadran merupakan warisan budaya yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat pesisir.
“Tradisi sedekah laut ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat nelayan kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang mempererat persaudaraan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua RW Dusun 4 Desa Tawangsari menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat.
“Seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat semangat gotong royong para nelayan dan dukungan masyarakat. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa tradisi ini masih memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Menjaga Warisan Budaya
Partisipasi Mahasiswa KKN Kelompok 10 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam tradisi Nadran menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program pendidikan dan pemberdayaan, tetapi juga melalui pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami kearifan lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus membangun kolaborasi yang erat dengan masyarakat dalam menjaga identitas budaya daerah. Kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan serta mendorong keberlanjutan tradisi Nadran sebagai warisan budaya yang tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Keterkaitan dengan SDGs
Kegiatan ini relevan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 11 – Sustainable Cities and Communities, melalui pelestarian warisan budaya dan tradisi lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat.
- SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pemerintah desa, masyarakat, dan kelompok nelayan dalam menjaga serta melestarikan budaya lokal.


