Kolaborasi KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kementerian Pertanian, dan Kelompok Tani Hadirkan Inovasi Tanam Benih Langsung untuk Mendukung Ketahanan Pangan
UIN Siber Cirebon (Palir) – Komitmen mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat kembali dibuktikan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kali ini, Kelompok KKN 144 menghadirkan inovasi di sektor pertanian dengan berkolaborasi bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kelompok Tani Desa Palir dalam pembuatan alat Tanam Benih Langsung (Tabela) sebagai upaya meningkatkan efisiensi proses budidaya padi.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/7/2026) tersebut dipusatkan di kediaman Bapak Sumantri, tokoh petani Desa Palir, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Lokasi ini sekaligus dijadikan sebagai bengkel kerja sederhana dan tempat uji coba alat Tabela yang dirancang secara gotong royong oleh mahasiswa, penyuluh pertanian, dan para petani.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Ayu sebagai perwakilan teknis dari Kementerian Pertanian, Bapak Sumantri beserta anggota kelompok tani Desa Palir, serta seluruh mahasiswa KKN Kelompok 144 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Petani
Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang mudah diterapkan di tingkat petani.
Alat Tanam Benih Langsung (Tabela) dikembangkan untuk membantu petani menanam benih padi secara langsung di lahan tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit sebagaimana metode tanam konvensional.
Metode ini dinilai mampu mempercepat proses tanam, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, sekaligus menekan biaya produksi pertanian.
Di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja di sektor pertanian, inovasi sederhana seperti Tabela menjadi solusi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Memanfaatkan Bahan Lokal yang Mudah Diperoleh
Proses perakitan dimulai sejak pagi hari dengan memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di pasaran, seperti pipa PVC, rangka kayu, serta beberapa komponen pendukung lainnya.
Seluruh proses didampingi langsung oleh tim teknis Kementerian Pertanian sehingga mahasiswa dan petani memperoleh transfer pengetahuan mengenai cara merakit, menggunakan, hingga melakukan perawatan alat secara mandiri.
Ibu Ayu, perwakilan Kementerian Pertanian, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya menghasilkan sebuah alat, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami tidak hanya membuat alat Tabela, tetapi juga mentransfer keterampilan kepada petani. Harapannya, apabila suatu saat alat membutuhkan perbaikan atau pengembangan, masyarakat sudah mampu melakukannya secara mandiri tanpa bergantung kepada pihak luar,” jelasnya.
Menjawab Tantangan Kekurangan Tenaga Kerja Pertanian
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang proses kegiatan berlangsung.
Para petani aktif memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka di lapangan, mulai dari pengaturan jarak tanam, kedalaman benih, hingga teknik penggunaan alat agar sesuai dengan karakteristik lahan persawahan di Desa Palir.
Bapak Sumantri, salah satu petani senior Desa Palir, mengaku inovasi tersebut sangat membantu para petani.
“Selama ini proses tanam membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu yang cukup lama. Dengan alat Tabela, pekerjaan menjadi lebih ringan karena cukup dioperasikan satu atau dua orang saja. Ini tentu sangat membantu kami menghemat biaya dan mempercepat proses tanam,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi sederhana seperti ini akan memberikan manfaat besar apabila terus dikembangkan sesuai kebutuhan petani di lapangan.
Uji Coba Berjalan Sukses
Setelah proses perakitan selesai, mahasiswa bersama petani langsung melakukan uji coba di area persawahan sekitar.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat mampu menanam benih dengan jarak tanam yang relatif seragam serta kedalaman yang sesuai sehingga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal.
Keseragaman penanaman tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, memperbaiki kualitas pertumbuhan tanaman, serta meningkatkan hasil panen petani.
Pengabdian Mahasiswa yang Berdampak Nyata
Bagi mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Selain belajar memahami persoalan riil yang dihadapi petani, mahasiswa juga memperoleh pengalaman membangun kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan solusi yang aplikatif.
Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat langsung bagi warga desa.
Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Melalui kolaborasi antara UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kementerian Pertanian, dan Kelompok Tani Desa Palir, inovasi alat Tabela diharapkan menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai teknologi pertanian sederhana yang mudah diterapkan masyarakat.
Tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong lahirnya pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Semangat kolaborasi yang ditunjukkan mahasiswa KKN 144 membuktikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan desa dan kemajuan sektor pertanian Indonesia.


