UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi bimbingan dukungan psikososial yang diselenggarakan bersama Dinas Sosial Kabupaten Cirebon di Desa Panguragan Kulon, Kecamatan Panguragan, pada Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir.
Sosialisasi dikemas dalam bentuk seminar dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Mahasiswa yang sedang melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PPL) Sosiologi Agama turut membantu proses penyelenggaraan kegiatan sekaligus memperoleh pengalaman berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Edukasi Masyarakat untuk Hadapi Potensi Banjir
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan sebagai langkah edukatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana banjir. Melalui penyampaian materi dan diskusi, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya melakukan antisipasi serta membangun kesiapan ketika menghadapi kondisi darurat.
Dukungan psikososial menjadi salah satu aspek yang penting dalam penanganan bencana. Selain kesiapan secara fisik dan lingkungan, masyarakat juga perlu memiliki kesiapan sosial dan psikologis agar dapat menghadapi situasi bencana dengan lebih tenang serta saling mendukung.
Dalam kegiatan tersebut, unsur Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, khususnya bidang perlindungan dan jaminan sosial (Linjamsos), turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan sosialisasi. Kegiatan juga melibatkan Camat Panguragan dan Kuwu Desa Panguragan Kulon sebagai bagian dari sinergi pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Mahasiswa PPL Belajar Langsung Bersama Masyarakat
Keterlibatan mahasiswa PPL Sosiologi Agama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam konteks kehidupan masyarakat.
Mahasiswa membantu mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari proses persiapan hingga pelaksanaan sosialisasi. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, koordinasi, serta memahami bagaimana berbagai unsur masyarakat dan pemerintah bekerja sama dalam merespons persoalan sosial.
Pengalaman ini juga memperluas pemahaman mahasiswa bahwa persoalan kebencanaan tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi memiliki dimensi sosial yang membutuhkan partisipasi dan kepedulian bersama.
Perkuat Kesadaran dan Kepedulian Bersama
Sosialisasi di Desa Panguragan Kulon juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran dalam mengenali potensi risiko, mempersiapkan langkah antisipasi, serta menjaga komunikasi ketika menghadapi situasi darurat.
Pesan sederhana turut disampaikan dalam kegiatan tersebut, yaitu, “Selalu antisipasi dan jangan lupa bersyukur.” Pesan ini menjadi pengingat agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana sekaligus menjaga sikap positif dalam menghadapi berbagai kondisi.
Bagi mahasiswa PPL Sosiologi Agama, pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas sosial masyarakat. Keterlibatan dalam kegiatan bersama Dinas Sosial Kabupaten Cirebon sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa untuk berkomunikasi dan berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Selaras dengan SDGs
Kegiatan sosialisasi bimbingan dukungan psikososial ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko bencana. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui perhatian terhadap aspek psikososial masyarakat dalam menghadapi kondisi kebencanaan.
Melalui pengalaman PPL, mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin memahami peran akademisi muda dalam membangun kepedulian sosial dan mendukung masyarakat melalui kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.


