UIN Siber Cirebon (Magelang) – Menginspirasi melalui kreativitas, keberanian, dan kiprah pemberdayaan perempuan, Syifa Nurlatifah, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2023 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Perempuan Indonesia Creative Award (PICA) 2026. Pada malam penganugerahan yang berlangsung di Atria Hotel Magelang, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2026), Syifa meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni Top 5 Finalis Perempuan Perintis, Perempuan Favorit Indonesia Creative, dan Perempuan Teraktif.
Pencapaian ini menjadi semakin istimewa mengingat PICA 2026 merupakan ajang apresiasi bagi perempuan Indonesia yang memiliki kreativitas, inovasi, potensi, serta kontribusi positif di berbagai bidang. Dari 538 pendaftar yang mengikuti kompetisi dalam 12 kategori, sebanyak 61 perempuan terpilih sebagai penerima penghargaan atas kiprah dan perjalanan inspiratif mereka.
Rekam Rasa, Ruang untuk Perempuan Saling Menguatkan

Di balik prestasi tersebut, terdapat perjalanan panjang Syifa dalam mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat. Kiprahnya berawal dari pengalaman sebagai Duta GenRe Kabupaten Kuningan, kemudian berlanjut melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan bersama Generasi Baru Indonesia (GenBI).
Semangat pemberdayaan perempuan dan generasi muda itu kemudian diwujudkan melalui Rekam Rasa, sebuah platform yang diinisiasi Syifa sebagai ruang bagi perempuan dan remaja untuk bercerita, didengarkan, serta saling menguatkan.
Melalui Rekam Rasa, Syifa ingin menghadirkan pesan bahwa setiap perempuan dan remaja berhak bahagia, memiliki kesempatan untuk bertumbuh, serta menemukan ruang yang mendukung perjalanan mereka. Baginya, pengalaman personal yang dibagikan dengan ketulusan dapat menjadi sumber kekuatan dan inspirasi bagi orang lain yang menghadapi situasi serupa.
Memaknai Kegagalan dan Keberanian Mengambil Keputusan
Salah satu pengalaman yang membentuk perjalanan Syifa adalah keberanian menghadapi pilihan sulit. Ia pernah memutuskan mengundurkan diri dari grand final sebuah ajang pemberdayaan perempuan karena harus menjalankan kewajiban dan tanggung jawab lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Pengalaman tersebut menjadi refleksi mendalam tentang makna perjuangan dan kemenangan. Syifa kemudian membagikan kisahnya melalui Rekam Rasa dan mendapat respons dari banyak orang yang merasa terhubung dengan pengalaman serupa.
“Menurut saya, kemenangan tidak selalu tentang menjadi yang terdepan. Terkadang, kita perlu mengambil langkah mundur untuk memperjuangkan sesuatu yang lebih penting. Seperti dalam permainan tarik tambang, menarik diri ke belakang bukan berarti kalah, tetapi bisa menjadi strategi untuk mengumpulkan kekuatan dan melangkah lebih jauh,” ungkap Syifa.
Baginya, keberanian tidak selalu berarti terus maju tanpa henti. Ada kalanya seseorang perlu berhenti sejenak, menata kembali prioritas, dan mengambil keputusan yang selaras dengan nilai serta tanggung jawabnya. Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa setiap perjalanan memiliki proses dan ritme pertumbuhan masing-masing.
Pimpinan UIN Siber Cirebon Apresiasi Kiprah dan Inspirasi Mahasiswa
Prestasi Syifa mendapat apresiasi dari pimpinan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi institusi sekaligus mencerminkan potensi mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, mengaktualisasikan gagasan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kiprah Syifa melalui Rekam Rasa dinilai menjadi bentuk kontribusi positif dalam membangun kepedulian dan pemberdayaan perempuan serta generasi muda. Perjalanan dan konsistensinya diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga berani menciptakan ruang dan gerakan yang memberikan manfaat bagi sesama.
Apresiasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri, berani mengambil peluang, serta berkontribusi melalui berbagai bidang, baik akademik, kreativitas, maupun kegiatan sosial.
Berani Melangkah, Bergerak, dan Bertumbuh

Perempuan Indonesia Creative Award 2026 menjadi momentum penting bagi Syifa untuk memperluas kiprah dan membawa semangat pemberdayaan kepada lebih banyak perempuan dan generasi muda. Tiga penghargaan yang diraihnya bukan sekadar pengakuan atas pencapaian, tetapi juga refleksi dari perjalanan, keberanian, dan konsistensi dalam berkarya.
Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu mengambil peran di ruang publik, membawa gagasan yang bermakna, dan menjadi bagian dari gerakan perubahan positif.
Melalui perjalanan Syifa, tersampaikan pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan caranya sendiri. Berani melangkah, terus bergerak, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk bertumbuh menjadi semangat yang tidak hanya mengantarkan pada pencapaian, tetapi juga menguatkan perjalanan orang lain.


