UIN Siber Cirebon — Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan “Manaqib Ulama Perempuan: Diskusi Serial Biografi Ulama Perempuan UINSSC” pada Selasa, 19 Mei 2026 di Gedung LP2M/LPM Lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Kebangkitan Ulama Perempuan Indonesia sekaligus menghidupkan kembali spirit keteladanan, spiritualitas, dan pengabdian ulama perempuan dalam dunia pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan.
Acara berlangsung khidmat sejak pagi hari dan dihadiri oleh dosen, civitas akademika, serta tamu undangan dari berbagai unsur di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mengenang perjuangan para ulama perempuan yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, spiritualitas, dan pengabdian sosial kemasyarakatan.
PSGAD dan LP2M Tekankan Pentingnya Merawat Warisan Ulama Perempuan
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Masri’ah, M.Ag., dan Ketua LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Faqiuddin Abdul Kadir, Lc., M.A.

Dalam sambutannya, Dr. Masri’ah menegaskan bahwa ulama perempuan memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan keilmuan Islam di Indonesia. Menurutnya, keteladanan para ulama perempuan perlu terus dihidupkan agar menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali jejak perjuangan, pemikiran, dan pengabdian ulama perempuan agar nilai-nilai keteladanan tersebut tetap terjaga dan relevan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Faqiuddin Abdul Kadir, Lc., M.A., menyampaikan bahwa penghormatan terhadap ulama perempuan merupakan bagian penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang moderat dan berkeadaban.

“Ulama perempuan memiliki kontribusi besar dalam pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter masyarakat. Spirit perjuangan mereka perlu terus diwariskan sebagai bagian dari pembangunan peradaban yang humanis dan inklusif,” ungkapnya.
Peserta kemudian diajak bersama-sama mendoakan para guru, orang tua, dan tokoh perempuan yang telah berjasa dalam kehidupan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan keteladanan mereka.
Suasana Khidmat dalam Rangkaian Manaqib dan Tawasul
Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dra. Hj. Umamatul Khoeriyah, M.Ag. Suasana semakin terasa khusyuk ketika peserta mengikuti rangkaian manaqib dan tawasul yang menjadi inti kegiatan.

Memasuki sesi utama, manaqib dipandu oleh moderator Royani Afriani, M.Pd. Pada kesempatan tersebut, kisah kehidupan dan keteladanan Nyai Dra. Hj. Rodhiyah Zanudin, M.Ag. disampaikan oleh Dr. Laita Nurjanah, S.Si., M.Si. selaku perwakilan keluarga.
Dalam pemaparannya, Dr. Laita Nurjanah menjelaskan bahwa Nyai Rodhiyah Zanudin dikenal sebagai sosok yang memiliki ketekunan tinggi dalam menuntut ilmu serta aktif dalam membangun pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Beliau bukan hanya seorang pendidik, tetapi juga teladan dalam kesederhanaan, keteguhan prinsip, dan pengabdian tanpa pamrih kepada masyarakat,” jelasnya.
Penyampaian manaqib tidak hanya mengulas perjalanan hidup tokoh, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai perjuangan, ketekunan dalam menuntut ilmu, serta dedikasi terhadap pendidikan dan masyarakat.
Selain itu, Dra. Hj. Umamatul Khoeriyah, M.Ag. turut menyampaikan refleksi mengenai pentingnya peran ulama perempuan dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, memperkuat pendidikan, dan menanamkan nilai spiritual di tengah masyarakat.

“Perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman, membangun pendidikan keluarga, serta memperkuat spiritualitas masyarakat melalui keteladanan dan pengabdian,” tuturnya.
Deklarasi Komitmen Menjaga Spirit Ulama Perempuan
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tawasul yang dipimpin oleh Nyai Dra. Hj. Darrotul Jannah, M.Ag. Seluruh peserta bersama-sama mendoakan para ulama, guru, dan tokoh perempuan yang telah berjasa dalam perkembangan pendidikan dan dakwah Islam.

Sebagai penutup, deklarasi dibacakan oleh Dr. Hj. Mumun Munawaroh, M.Si. Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk terus menghidupkan semangat perjuangan ulama perempuan serta menjaga warisan nilai keilmuan, spiritualitas, dan pengabdian bagi generasi mendatang.
“Spirit perjuangan ulama perempuan harus terus dirawat dan diwariskan agar menjadi sumber inspirasi dalam membangun pendidikan, kemanusiaan, dan peradaban yang lebih baik,” ujar Dr. Hj. Mumun Munawaroh, M.Si.
Melalui kegiatan ini, PSGAD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap spirit keteladanan ulama perempuan dapat terus diwariskan dan menjadi inspirasi bagi civitas akademika maupun masyarakat luas dalam membangun pendidikan, dakwah, dan peradaban yang humanis serta berkeadaban.


