Berita
Home » Pos » Berita » Memperingati diesnatalis ke-56 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, FSEI menyelenggarakan Seminar Peningkatan dan Pengembangan Paradigma Keagamaan di Bangsal Keraton Kanoman

Memperingati diesnatalis ke-56 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, FSEI menyelenggarakan Seminar Peningkatan dan Pengembangan Paradigma Keagamaan di Bangsal Keraton Kanoman

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Seminar Peningkatan dan Pengembangan Paradigma Keagamaan di Bangsal Keraton Kanoman, Senin (1/11/2021).

Dekan FSEI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Aan Jaelani MAg mengatakan, seminar yang diselenggarakan dalam rangka memeringati diesnatalis ke-56 IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini bertujuan untuk mengembangkan wisata halal atau syariah di Cirebon.

“Kami menyambut gembira bahwa pengembangan program kegiatan IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan stakeholder, dalam hal ini pengembangan wisata syariah dengan Keraton Kanoman dapat terselenggara,”

Selain bentuk kontribusi terhadap pembangunan daerah, lanjut dia, pengembangan wisata halal juga dapat menjadi sebuah wadah dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

UIN Siber Syekh Nurjati Gelar Seminar Internasional: Integrasikan AI dan Pendidikan Islam demi Peringkat Dunia

“FSEI (IAIN Syekh Nurjati Cirebon) memiliki aganeda mitra penting, bukan hanya untuk pengembangan kompetensi mahasiswa dan lulusan, tapi juga media pelatihan pengembangan inovasi, terutama pengembangan pariwisata syariah, tradisi, dan ekonomi lokal,” jelasnya.

Bahkan, Aan menerangkan, salah satu peran perguruan tinggi dalam pengembangan wisata syariah ini adalah melakukan riset dan penelitian. Sehingga, inovasi yang diterapkan dalam pengembangannya dapat terarah dan fokus untuk menggali budaya-budaya di Cirebon yang menjadi daya jual kepada para wisatawan.

“Pertama adalah program dan agenda yang terencana dan simultan. Ini harus diperkuat dengan pengelolaan yang baik dan good government dan bermitra dengan berbagai pihak. Ini sangat penting sekali,” ucapnya.

Pasalnya, menurut Aan,  dalam mengembangkan suatu daerah wisata tentu melibatkan bayak unsur. Baik itu dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, pengelola tempat wisata, dan lain sebagainya. Untuk itu, kemitraan tersebut harus dapat dijalankan dengan optimal.

Writing Mastery Class 2026 UIN Siber Cirebon: Asah Softskill dan Hardskill Mahasiswa di Era AI

“Secara objektif, kami optimis Cirebon bisa menjadi ikon pariwisata, karena Cirebon kaya peninggalan budaya dan sejarah. Tinggal bagaimana kita melakukan pemasaran yang inovatif berbasis digital agar wisatawan dunia bisa menerima informasi awal terkait destinasi yang ada di Cirebon,” terangnya.

Selain itu, Aan memaparkan, berbagai fasilitas, seperti infrastruktur, pelayanan, dan transportasi pun harus ditingkatkan. Karena, hal itu pun menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang dan mengunjungi destinasi yang ada di Cirebon.

“Seperti fasilitas transportasi. Suatu daerah wisata yang maju itu transformasinya baik. Tetapi kami tetap optimis Cirebon dapat menjadi ikon destinasi wisata syariah,” paparnya.

 

Writing Master Class UIN Siber Cirebon Bongkar “Ketakutan Menulis”, Mahasiswa Diajak Ubah Ide Jadi Karya Publikasi

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

03

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

04

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

05

Pengumuman Penetapan Keringan UKT Semester Genap 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

May 2026
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Pos Terbaru