UIN Siber Cirebon – Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berlanjut dengan pembekalan bagi mahasiswa baru melalui materi “Peluang dan Tantangan Mahasiswa PTKI di Era Revolusi Industri 4.0 dan Ikhtiar Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045”. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memahami tantangan pendidikan tinggi di tengah perkembangan teknologi sekaligus menyiapkan diri sebagai generasi yang akan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Beasiswa dan Prestasi sebagai Modal Masa Depan

Dalam pemaparannya, Dr. Ruchman membuka wawasan mahasiswa mengenai berbagai peluang pembiayaan pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perjalanan akademik. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mencari informasi mengenai program beasiswa, termasuk Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dan berbagai skema pembiayaan lainnya.
Menurutnya, mahasiswa perlu membangun rekam jejak sejak awal melalui prestasi akademik, riset, penguasaan bahasa asing, serta pengalaman organisasi.
“Bagi adik-adik yang hari ini sudah menerima beasiswa, jaga amanah dan tingkatkan prestasimu. Bagi yang belum, pintu itu terbuka sangat lebar di semester-semester mendatang,” ujar Dr. Ruchman.
Ia menekankan bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk meraih pendidikan setinggi mungkin.
Cakap Digital, Kritis, dan Tetap Berkarakter
Memasuki era Revolusi Industri 4.0, mahasiswa PTKI dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Namun, kecakapan digital harus berjalan beriringan dengan nalar kritis, kreativitas, kolaborasi, integritas, dan etika.
Sebagai Cyber Islamic University, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki ekosistem yang mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
Di sisi lain, mahasiswa juga diingatkan agar tidak kehilangan identitas dan nilai keislaman di tengah derasnya arus digital. Moderasi beragama menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang mampu menghargai perbedaan, menjaga toleransi, menjunjung persatuan, serta menghindari sikap ekstrem dalam kehidupan bermasyarakat.
Menyiapkan Generasi Emas 2045

Dr. Ruchman menegaskan bahwa mahasiswa baru yang saat ini duduk di bangku perguruan tinggi merupakan generasi yang diproyeksikan menjadi bagian dari kepemimpinan Indonesia pada 2045.
“Generasi Emas itu tidak datang secara instan atau kebetulan, melainkan dipersiapkan dan ditempa mulai hari ini di bangku kuliah,” ungkapnya.
Melalui pembekalan PBAK 2026, mahasiswa baru UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon didorong untuk menjadi Syekh Nurjati Muda yang berilmu, kritis, adaptif terhadap teknologi, berakhlak, moderat dalam beragama, serta siap memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan demikian, perjalanan akademik di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara kompetensi, tetapi juga generasi yang mampu memadukan kemajuan teknologi, kedalaman nilai keislaman, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap kemaslahatan bersama.


