Program Unggulan KKN Kelompok 32 Bangun Budaya Membaca, Kreativitas, dan Kepercayaan Diri Generasi Muda Desa Suci
UIN Siber Cirebon – Semangat membangun budaya literasi sejak usia dini terus digaungkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 32 Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui program unggulan bertajuk Pelita Suci (Pojok Edukasi dan Literasi Terbuka), mahasiswa menghadirkan ruang belajar yang kreatif, menyenangkan, dan inspiratif bagi anak-anak di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (26/7/2026).
Program yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. H. Iwan, M.Ag., ini menjadi kegiatan perdana sekaligus langkah awal mahasiswa KKN dalam memperkuat budaya literasi, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Puluhan Anak Antusias Ikuti Pelita Suci
Sejak pukul 16.00 WIB, halaman Masjid Baitul Muttaqin dipenuhi semangat belajar. Puluhan anak dari kelas 1 hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD) hadir dengan penuh antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKN.
Kehadiran Pelita Suci mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Suci. Program ini dinilai menjadi alternatif kegiatan edukatif yang tidak hanya mengisi waktu luang anak-anak, tetapi juga memperkuat minat baca dan kecintaan terhadap dunia belajar.
Belajar Dibuat Menyenangkan Melalui Pendekatan Kreatif
Pelita Suci dirancang sebagai ruang belajar yang terbuka, interaktif, dan ramah anak. Mahasiswa KKN menghadirkan suasana belajar yang tidak monoton melalui berbagai aktivitas edukatif yang mampu membangun kreativitas sekaligus meningkatkan kemampuan literasi.
Kegiatan diawali dengan pembagian kelompok belajar agar proses pendampingan berlangsung lebih efektif. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, pembagian kelompok memungkinkan setiap anak memperoleh perhatian dan bimbingan secara optimal dari mahasiswa.
Sebagai pembuka, anak-anak mengikuti kegiatan mewarnai gambar. Aktivitas sederhana ini menjadi media untuk melatih kreativitas, imajinasi, serta membangun suasana belajar yang penuh kegembiraan. Tawa ceria dan semangat anak-anak menghiasi halaman masjid ketika mereka menuangkan berbagai warna pada gambar yang telah disediakan.
Metode Literasi Disesuaikan dengan Kemampuan Peserta
Memasuki sesi inti, mahasiswa KKN menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan membaca masing-masing peserta.
Anak-anak yang telah mampu membaca dengan lancar diajak membaca buku cerita secara bergantian dalam kelompok kecil. Setelah selesai membaca, mereka diminta menceritakan kembali isi bacaan menggunakan bahasa sendiri.
Metode tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga melatih daya pikir kritis, kemampuan memahami isi bacaan, serta keberanian berbicara di depan teman-temannya.
Sementara itu, bagi anak-anak yang masih belajar membaca, mahasiswa memberikan pendampingan secara intensif menggunakan buku pengenalan huruf, latihan mengeja, dan membaca suku kata secara bertahap.
Pendekatan yang bersifat personal membuat setiap anak merasa nyaman, percaya diri, dan tidak terbebani selama mengikuti proses belajar.
Mahasiswa KKN: Literasi Harus Menjadi Pengalaman yang Menyenangkan
Salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 32 menjelaskan bahwa Pelita Suci tidak sekadar mengajarkan kemampuan membaca, tetapi juga ingin menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap ilmu pengetahuan.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak Desa Suci. Literasi tidak harus identik dengan suasana yang kaku. Melalui Pelita Suci, kami berharap anak-anak semakin mencintai buku, berani menyampaikan pendapat, serta memiliki semangat belajar yang terus tumbuh,” ujarnya.
Menurutnya, Pelita Suci akan menjadi program rutin selama masa pelaksanaan KKN sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Masyarakat Apresiasi Kehadiran Mahasiswa KKN
Program Pelita Suci mendapat apresiasi positif dari masyarakat Desa Suci. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat sekaligus memberikan warna baru dalam proses belajar anak-anak di lingkungan desa.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara langsung, mahasiswa tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan peserta sehingga proses belajar berlangsung lebih hangat dan menyenangkan.
Komitmen Membangun Generasi Gemar Membaca
Pelaksanaan perdana Pelita Suci menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat desa.
Program ini dirancang untuk terus dilaksanakan selama masa pengabdian sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca, meningkatkan kemampuan literasi dasar, membangun karakter, serta memperkuat rasa percaya diri anak-anak melalui proses belajar yang kreatif dan menyenangkan.
Dengan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa, Pelita Suci diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang inspiratif sekaligus melahirkan generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, kreatif, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Program Pelita Suci (Pojok Edukasi dan Literasi Terbuka) juga sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDGs 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas), melalui penyediaan ruang belajar yang inklusif, kreatif, dan mudah diakses oleh seluruh anak.
- SDGs 10 – Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan), dengan memberikan kesempatan belajar yang setara melalui metode pendampingan sesuai kemampuan masing-masing peserta sehingga setiap anak memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui investasi pendidikan yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.


