UIN Siber Cirebon — Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor ke-V Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan sebuah momen yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menginspirasi.
Di tengah kebahagiaan para wisudawan dan keluarga, Qoriatunnisa, wisudawati Program Studi Ilmu Falak, mempersembahkan hasil karya penelitian berupa Smart Qibla Finder Robot berbasis Arduino Uno R3 kepada almamater tercintanya.
Alat tersebut merupakan hasil penelitian dalam skripsinya yang berjudul “Rancang Bangun Arduino Uno R3 Based Smart Qibla Finder Robot.” Karya inovatif itu kemudian diserahkan kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan diterima langsung oleh Rektor, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.
Momen penyerahan tersebut menjadi salah satu bagian yang menghangatkan suasana Wisuda ke-V. Sebab, Qoriatunnisa tidak hanya meninggalkan kampus dengan membawa ijazah, tetapi juga meninggalkan sebuah karya nyata sebagai bentuk cinta dan kontribusi kepada almamater.
Dari Cirebon, Lahirlah Inovasi Pencari Kiblat
Qoriatunnisa merupakan perempuan kelahiran Cirebon, 20 Oktober 2004. Ia berasal dari Desa Jatipura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Sebagai mahasiswa Ilmu Falak, Qoriatunnisa memilih mengembangkan teknologi untuk mendukung salah satu bidang penting dalam keilmuan tersebut, yakni penentuan arah kiblat.
Karya Smart Qibla Finder Robot menjadi bukti bahwa ilmu falak dapat dikembangkan dengan pendekatan teknologi digital.
Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi Islam memiliki ruang yang luas untuk mengintegrasikan ilmu keislaman, sains, dan teknologi.
Bagi Qoriatunnisa, karya tersebut tidak berhenti sebagai tugas akhir untuk memenuhi persyaratan akademik. Ia memilih menjadikannya sebagai warisan kecil untuk kampus tempat dirinya belajar dan berkembang.
Rektor Apresiasi Karya Qoriatunnisa
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengungkapkan rasa bangga dan memberikan apresiasi terhadap karya yang dihasilkan Qoriatunnisa.
Menurutnya, inovasi seperti Rancang Bangun Arduino Uno R3 Based Smart Qibla Finder Robot menunjukkan bahwa pendidikan tinggi Islam dapat berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi.
Karya mahasiswa seperti ini menjadi gambaran bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterjemahkan menjadi produk dan inovasi yang memiliki manfaat.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berani menghasilkan karya yang kreatif, inovatif, dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Dekan Fasya Tak Bisa Sembunyikan Rasa Bangga
Rasa haru dan bangga juga dirasakan Dekan Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A.
Sebagai bagian dari keluarga akademik Fakultas Syariah, keberhasilan Qoriatunnisa menghasilkan karya inovatif menjadi kebanggaan tersendiri.
Karya tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi.
Bagi Fakultas Syariah, prestasi Qoriatunnisa sekaligus menjadi pesan bahwa Ilmu Falak memiliki masa depan yang luas ketika dikembangkan secara kreatif dan terbuka terhadap perkembangan teknologi.
Wisuda Bukan Akhir, tetapi Awal untuk Berkarya
Momen Qoriatunnisa menyerahkan hasil penelitiannya kepada almamater memberikan makna yang lebih dalam tentang wisuda.
Wisuda bukan sekadar menerima ijazah dan mengenakan toga. Wisuda adalah momentum untuk menunjukkan bahwa proses pendidikan telah menghasilkan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan karya.
Qoriatunnisa membuktikannya dengan cara sederhana namun bermakna: meninggalkan karya untuk kampus sebelum melangkah ke perjalanan berikutnya.
Kisah tersebut juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar berani mengembangkan gagasan dan menjadikan tugas akhir bukan sekadar kewajiban akademik.
Sebuah skripsi dapat menjadi awal lahirnya inovasi. Sebuah penelitian dapat menjadi produk. Dan sebuah karya mahasiswa dapat terus memberikan manfaat bahkan setelah sang mahasiswa meninggalkan kampus.
Ilmu Falak Bertemu Teknologi Digital
Kehadiran Smart Qibla Finder Robot juga memperlihatkan semangat transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University.
Teknologi tidak harus dipisahkan dari ilmu-ilmu keislaman. Justru, keduanya dapat dipertemukan untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Inilah semangat pendidikan yang ingin terus dikembangkan: ilmu keislaman yang adaptif, teknologi yang humanis, serta inovasi yang memberikan manfaat.
Kisah Qoriatunnisa menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa dari daerah pun mampu menghasilkan karya yang membanggakan ketika mendapatkan ruang untuk belajar, bereksperimen, dan berinovasi.
Dari Jatipura untuk Almamater
Dari Desa Jatipura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Qoriatunnisa menapaki perjalanan akademiknya hingga menghasilkan sebuah karya teknologi berbasis Arduino.
Kini, saat menyandang gelar sarjana, ia meninggalkan satu pesan penting bagi generasi mahasiswa: jangan takut bermimpi dan jangan berhenti berkarya.
Sebab, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya seberapa tinggi gelar yang diraih, tetapi juga seberapa besar ilmu tersebut dapat memberikan manfaat.
Penyerahan Smart Qibla Finder Robot kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon akhirnya menjadi simbol sederhana tentang hubungan antara mahasiswa dan almamater.
Mahasiswa datang membawa harapan. Kampus memberikan ilmu dan ruang tumbuh. Kemudian, mahasiswa kembali menghadiahkan karya untuk almamater.
Dari ilmu menjadi inovasi. Dari penelitian menjadi karya. Dari wisuda menuju pengabdian.
Selamat kepada Qoriatunnisa. Semoga langkah berikutnya semakin luas, dan karya yang telah dipersembahkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus berkarya bagi agama, bangsa, dan masyarakat.




