UIN Siber Cirebon (Jakarta, Kemenag) — Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) 2026 kembali menggelar kegiatan strategis berupa Sosialisasi Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN) 2026 yang diikuti oleh pimpinan dan tim humas PTKIN se-Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (20/04/2026) pukul 11.00 WIB hingga selesai.
Undangan ditujukan kepada Wakil Rektor I/Wakil Ketua I serta Koordinator Penanggung Jawab Humas PMB-PTKIN di seluruh Indonesia, sebagai upaya memperkuat koordinasi, strategi promosi, serta optimalisasi pelaksanaan UM-PTKIN 2026 secara nasional.
Kegiatan ini dipandu oleh Mega Hapsari dari UIN Tulungagung, dengan menghadirkan narasumber utama Widi Cahya Adi. Turut hadir sebagai narasumber berikutnya Harris Setiaji yang memberikan pemaparan teknis terkait sistem seleksi.
Peserta sosialisasi berasal dari seluruh PTKIN di Indonesia, termasuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. H Ayus A Yusuf, M.Si.,, Mohamad Arifin selaku Penanggung Jawab Humas, serta Amelia Ayu Lestari.
Perkuat Branding dan Peran Strategis Humas
Dalam pemaparannya, Widi Cahya Adi menekankan pentingnya peran humas dalam menyukseskan UM-PTKIN 2026, khususnya dalam aspek promosi dan branding kampus.
Ia menyampaikan bahwa berbagai sesi penguatan kapasitas humas sebenarnya telah sering dilakukan, namun implementasi di lapangan masih belum merata.
“Strategi dan teknik branding sudah sering kita bahas bersama. Namun faktanya, masih ada PJ humas yang belum maksimal menjalankan perannya. Padahal, momentum UM-PTKIN ini harus dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Widi juga mendorong para pimpinan PTKIN untuk memberikan dukungan nyata, khususnya dalam hal pembiayaan publikasi.
“Branding yang kuat tidak bisa dilepaskan dari dukungan anggaran. Publikasi membutuhkan biaya, dan ini perlu menjadi perhatian serius pimpinan agar promosi PTKIN bisa berjalan maksimal,” tambahnya.
Simulasi Ujian dan Data Daya Tampung
Sesi berikutnya diisi oleh Harris Setiaji yang memaparkan secara teknis terkait pelaksanaan UM-PTKIN 2026. Materi yang disampaikan meliputi video simulasi ujian, mekanisme pelaksanaan berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE), serta data daya tampung masing-masing PTKIN.
Paparan ini memberikan gambaran komprehensif kepada peserta terkait kesiapan teknis, sekaligus memastikan bahwa seluruh PTKIN memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer tersebut.
Ketua Panitia: UM-PTKIN Momentum Pemerataan Akses Pendidikan
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Abdul Aziz, dalam pernyataannya menegaskan bahwa UM-PTKIN merupakan instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
“UM-PTKIN bukan sekadar seleksi, tetapi bagian dari upaya besar kita untuk memastikan akses pendidikan yang adil, transparan, dan merata bagi seluruh generasi muda Indonesia. Di sinilah peran kolaboratif antara panitia nasional, pimpinan PTKIN, dan tim humas menjadi sangat krusial,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan PMB PTKIN sangat bergantung pada sinergi dan komitmen bersama dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami berharap seluruh PTKIN dapat bergerak bersama, memperkuat publikasi, serta menghadirkan informasi yang akurat dan inspiratif, sehingga semakin banyak generasi muda yang memilih PTKIN sebagai jalan masa depan mereka,” tambahnya.
Diskusi Interaktif dan Penguatan Kolaborasi
Kegiatan sosialisasi berlangsung dinamis dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan, mulai dari strategi konten digital, optimalisasi media sosial, hingga tantangan di lapangan dalam menjangkau calon mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, Panitia Nasional PMB PTKIN 2026 menegaskan komitmennya untuk mendorong sinergi antar PTKIN dalam meningkatkan kualitas layanan, transparansi seleksi, serta daya tarik kampus di mata generasi muda.
UM-PTKIN 2026 diharapkan tidak hanya menjadi jalur seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga momentum penguatan citra PTKIN sebagai pilihan utama pendidikan tinggi yang unggul, moderat, dan berdaya saing global.


