Prof. Aan Jaelani Paparkan Strategi Mitigasi Radikalisme melalui Transformasi Pendidikan Islam
UIN Siber Cirebon — Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama dan pendidikan Islam yang inklusif melalui kegiatan Stadium General bertema “Transformasi Pendidikan Islam melalui Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Kehidupan Harmonis” yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tersebut menghadirkan H. Gugun Gumilar selaku Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kerukunan Umat Beragama, Pengawasan, dan Kerja Sama Luar Negeri sebagai narasumber utama.
Forum akademik ini menjadi ruang strategis dalam memperkuat pemahaman sivitas akademika terkait pentingnya moderasi beragama, toleransi, dan penguatan karakter kebangsaan di tengah tantangan era digital dan meningkatnya polarisasi sosial.
Gugun Gumilar: Dialog Lintas Agama Jadi Fondasi Persatuan Bangsa
Dalam pemaparannya, H. Gugun Gumilar menegaskan bahwa dialog lintas agama menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
Menurutnya, masyarakat Indonesia harus terus menjaga nilai-nilai Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku bangsa.
“Kerukunan bukan sekadar konsep sosial, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seluruh manusia,” tegas Gugun Gumilar di hadapan dosen dan mahasiswa.
Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, membuka ruang dialog, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah dinamika masyarakat modern.
Dalam paparannya, ia mengutip pesan universal dari berbagai ajaran agama, di antaranya:
- Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang pentingnya saling mengenal antarbangsa dan suku
- Injil Markus 12:31 tentang ajaran mencintai sesama manusia
Menurutnya, nilai-nilai universal tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan yang damai dan berkeadaban.
Trilogy of Harmony Jadi Solusi Kehidupan Multikultural
Dalam kesempatan tersebut, Gugun Gumilar juga memperkenalkan konsep Trilogy of Harmony sebagai pendekatan membangun kehidupan harmonis di tengah masyarakat multikultural.
Konsep tersebut mencakup tiga aspek utama:
- Harmoni manusia dengan Tuhan
- Harmoni manusia dengan sesama manusia
- Harmoni manusia dengan alam
Ia menjelaskan bahwa ketiga aspek tersebut harus berjalan seimbang agar tercipta masyarakat yang damai, beretika, dan berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan sosial saat ini semakin kompleks akibat:
- Meningkatnya polarisasi di media digital
- Minimnya empati sosial
- Mengedepankan emosi dibanding dialog
- Kesalahpahaman antar kelompok masyarakat
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi peluang bagi generasi muda untuk tampil sebagai agen perubahan yang memperkuat persatuan dan harmoni bangsa.
“Generasi muda harus hadir sebagai penjaga harmoni bangsa di tengah tantangan global dan era digital,” ujarnya.
Prof. Aan Jaelani Paparkan Strategi Mitigasi Radikalisme di Kampus
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, dalam sambutannya sekaligus pengantar materi menyampaikan paparan bertajuk:
“Peta Jalan Strategi Penguatan Moderasi Beragama untuk Mitigasi Kekerasan Agama dan Radikalisme di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon”
Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab besar dalam membangun ekosistem pendidikan yang moderat, toleran, dan inklusif.
Menurutnya, kampus harus menjadi benteng utama dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme, intoleransi, dan kekerasan berbasis agama.
“Transformasi pendidikan Islam harus diarahkan pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama agar mampu melahirkan masyarakat yang damai, terbuka, dan berkeadaban,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan Islam di era digital tidak cukup hanya fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memperkuat:
- Nilai kebangsaan
- Toleransi
- Harmoni sosial
- Karakter moderat generasi muda
Menurutnya, penguatan moderasi beragama perlu diintegrasikan dalam seluruh proses pendidikan agar mahasiswa mampu menjadi generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara sosial dan spiritual.
Sivitas Akademika Antusias Ikuti Diskusi Moderasi Beragama
Kegiatan Stadium General ini diikuti secara antusias oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab terkait:
- Implementasi moderasi beragama di lingkungan pendidikan
- Tantangan radikalisme di era digital
- Penguatan karakter generasi muda
- Strategi membangun kehidupan sosial yang harmonis
Melalui kegiatan ini, FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mampu memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam moderat yang adaptif, inklusif, dan berkontribusi nyata dalam menciptakan masyarakat harmonis dan berkeadaban.





