UIN Siber Cirebon (Riyadh, Arab Saudi) — Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan untuk menyelesaikan persoalan hukum dan memperkuat perlindungan warga negara di luar negeri. Perspektif inilah yang dikaji dua dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, melalui penelitian di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Arab Saudi.
Ketua Program Studi BSA Erfan Gazali dan Sekretaris Jurusan Rijal Mahdi melaksanakan penelitian pada 20 Oktober hingga 5 November 2026. Penelitian bertajuk “Analyzing the Role of Language Style and Cultural Diplomacy Legal Settlements at the Embassy of the Republic of Indonesia in Saudi Arabia” tersebut mengkaji peran gaya bahasa, komunikasi lintas budaya, dan diplomasi dalam mendukung penyelesaian persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Fokus penelitian ini adalah praktik komunikasi yang dilakukan pegawai KBRI Riyadh ketika menangani persoalan hukum dan memberikan pelayanan konsuler kepada warga negara Indonesia. Melalui kajian tersebut, tim peneliti ingin memahami bagaimana pemilihan bahasa, pemahaman budaya, dan pendekatan diplomasi berperan dalam membangun komunikasi yang efektif di tengah perbedaan latar belakang sosial dan budaya.
Gali Pengalaman Langsung di KBRI Riyadh
Kedatangan tim peneliti disambut Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, Prof. Muhammad Iran Helmy, M.A. Ia menyambut baik penelitian tersebut karena dinilai dapat menghadirkan pemikiran akademik yang bertumpu pada praktik nyata di lapangan.
Menurutnya, hasil penelitian diharapkan tidak hanya memperkaya kajian ilmiah, tetapi juga memberikan masukan bagi pengembangan diplomasi bahasa dan budaya dalam penanganan persoalan PMI.
Ia berharap temuan penelitian dapat menjadi referensi bagi perwakilan Republik Indonesia di negara-negara Arab serta bahan pertimbangan bagi lembaga terkait dalam mengembangkan komunikasi dan pemahaman lintas budaya yang lebih efektif.
Untuk memperoleh data empiris, Erfan Gazali dan Rijal Mahdi melakukan wawancara dengan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman langsung dalam penanganan persoalan PMI. Salah satu narasumber utama ialah Muhammad Ahmad Al-Qarni, mantan konsultan hukum KBRI Riyadh.
Tim juga menggali informasi dari staf fungsi konsuler dan Atase Ketenagakerjaan KBRI Riyadh. Pengumpulan data ini diharapkan memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai pola komunikasi, koordinasi antarfungsi, serta pendekatan diplomasi dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi warga Indonesia di Arab Saudi.
Menghubungkan Bahasa, Budaya, dan Pelayanan Publik
Penelitian ini memperlihatkan bagaimana kajian Bahasa dan Sastra Arab dapat dikembangkan melampaui pembelajaran linguistik dan sastra. Bahasa juga memiliki peran strategis dalam komunikasi kelembagaan, negosiasi, hubungan diplomatik, dan penyelesaian persoalan lintas budaya.
Bagi Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, penelitian tersebut menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi akademik melalui kajian interdisipliner yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penguasaan bahasa dan pemahaman budaya dapat menjadi modal penting dalam membangun komunikasi yang tepat, terutama ketika persoalan hukum dan pelayanan publik melibatkan perbedaan sistem serta kebiasaan sosial.
Hasil penelitian diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis temuan lapangan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan perlindungan PMI di Arab Saudi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat praktis bagi pengembangan diplomasi Indonesia dan perlindungan warga negara di luar negeri.





