UIN Siber Cirebon – Inovasi pengelolaan sampah berbasis kecerdasan buatan (AI) mengantarkan tim mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menembus babak delapan besar Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN 2026. Melalui gagasan yang memadukan teknologi modern dan nilai-nilai keagamaan, tim ini menawarkan pendekatan baru untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah sekaligus mendorong ekonomi sirkular.
Kepastian tersebut diperoleh setelah panitia merilis hasil seleksi penyisihan OASE III PTKIN 2026. Dalam pengumuman pada bidang riset Ekoteologi: Tata Kelola Limbah dan Lingkungan Hidup, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tercatat sebagai salah satu dari delapan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang melaju ke tahap berikutnya.
Tim UIN Siber Cirebon mengusung karya berjudul “Pengembangan BERKASIH SMART: Integrated AI System Berbasis Ekoteologi untuk Optimalisasi Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular.” Gagasan ini berangkat dari persoalan sampah yang membutuhkan penanganan terpadu, inovatif, dan berkelanjutan.
Melalui BERKASIH SMART, mahasiswa mengembangkan konsep sistem terintegrasi berbasis artificial intelligence (AI) yang dipadukan dengan perspektif ekoteologi. Pendekatan ini menempatkan kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya sebagai persoalan teknis, melainkan juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan manusia dalam menjaga alam.
Integrasi teknologi dan nilai keagamaan tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah yang lebih optimal sekaligus membuka peluang penerapan ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, sampah tidak semata-mata dipandang sebagai limbah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Tiga Mahasiswa, Satu Gagasan untuk Lingkungan
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tiga mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yakni Siti Hamidah, Yudi Prasetya, dan Desty Heppyani Mustopa. Tim ini mendapat bimbingan dari Dr. Maulidya Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I., yang mendampingi proses pengembangan gagasan riset mereka.
Capaian masuk delapan besar OASE III PTKIN 2026 menjadi kesempatan bagi tim untuk menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam mampu mengembangkan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini menjadi ruang untuk mempertemukan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan nilai keagamaan dalam menjawab persoalan nyata.
Persoalan sampah sendiri membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari individu, masyarakat, lembaga pendidikan, hingga pemerintah. Karena itu, gagasan seperti BERKASIH SMART membawa pesan penting bahwa inovasi dapat dimulai dari lingkungan kampus dan dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi keluarga besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus mendukung budaya riset, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dukungan dan doa dari sivitas akademika serta masyarakat juga diharapkan dapat menambah semangat tim dalam menghadapi tahap kompetisi selanjutnya.
Melalui OASE III PTKIN 2026, mahasiswa UIN Siber Cirebon menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui perpaduan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keagamaan. Sebuah langkah yang mengingatkan bahwa riset yang baik bukan hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga membuka jalan bagi perubahan yang lebih berkelanjutan.




