UIN Siber Cirebon (Tanah Datar, Sumatera Barat) – Komitmen Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat kembali dibuktikan. Memasuki hari keempat sekaligus hari terakhir rangkaian ekspedisi Temu Ilmiah, Benchmarking, Focus Group Discussion (FGD), dan Sosialisasi Hasil Riset MoRa LPDP, Tim MoRa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan bersama para petani di Balai Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar (Batusangkar), Sumatera Barat, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian pengabdian masyarakat yang sebelumnya diawali dengan kunjungan strategis ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Polda Sumatera Barat, hingga pendampingan kelompok tani di Kabupaten Pesisir Selatan. Pada hari terakhir, Tim MoRa kembali mengusung misi utama, yakni memperkenalkan metode Pertanian Purba sebagai solusi pemulihan kesuburan tanah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Antusiasme Petani Warnai Sosialisasi Pertanian Purba
Sejak pukul 09.30 WIB, Balai Nagari Guguak Malalo telah dipenuhi para petani yang datang dengan semangat tinggi untuk mengikuti sosialisasi. Kegiatan berlangsung hingga pukul 15.15 WIB dan hanya diselingi jeda pelaksanaan Salat Jumat.
Diskusi dipandu oleh Virda Yufanto Rajab, Penyuluh Pertanian Kecamatan Batipuh Selatan, yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan interaktif dan komunikatif.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Guguak Malalo, Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim MoRa LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang telah memilih desanya sebagai lokasi sosialisasi hasil riset.
“Kami sangat bersyukur Nagari Guguak Malalo menjadi salah satu lokasi pengabdian Tim MoRa. Ilmu yang dibagikan hari ini sangat kami butuhkan, terutama setelah wilayah kami terdampak musibah tanah longsor yang menyebabkan sebagian lahan pertanian tertutup material batu dan mengalami penurunan kesuburan. Semoga ilmu ini menjadi solusi nyata bagi para petani,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin agar inovasi yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri demi meningkatkan produktivitas pertanian desa.
Pertanian Purba, Ikhtiar Menjaga Bumi dan Ketahanan Pangan
Pada sesi utama, Ketua Tim MoRa LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memaparkan keterkaitan antara Maqasid Syariah, Sustainable Development Goals (SDGs), dan konsep pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan “sedekah bumi”.
Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.
“Bumi yang sehat akan melahirkan kehidupan yang sehat. Karena itu, menjaga kesuburan tanah bukan hanya persoalan pertanian, tetapi juga bagian dari ibadah dan investasi untuk generasi mendatang,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa metode Pertanian Purba merupakan bentuk harmonisasi antara nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan kearifan lokal dalam menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Deden Lesmana: Tanah yang Hidup Akan Menghidupkan Kehidupan
Materi teknis kemudian disampaikan oleh Deden Lesmana, anggota peneliti Tim MoRa sekaligus praktisi Pertanian Purba.
Dalam paparannya, Deden menjelaskan bahwa pemulihan lahan yang terdampak bencana dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar masyarakat, seperti kotoran sapi (kohe), madu, gedebog pisang, dan jerami.
Bahan-bahan tersebut diolah menjadi Mikroorganisme Lokal (MOL) yang mampu menghidupkan kembali unsur hara tanah secara alami.
Menariknya, Deden mengaitkan filosofi penggunaan kotoran sapi dengan kisah Nabi Musa AS sebagai refleksi bahwa Allah SWT telah memberikan berbagai tanda tentang besarnya manfaat ciptaan-Nya bagi kehidupan manusia.
Ia juga menjelaskan bahwa madu yang dihasilkan lebah merupakan salah satu anugerah alam yang memiliki manfaat luar biasa, tidak hanya bagi kesehatan manusia tetapi juga dalam mendukung keseimbangan ekosistem.
“Jika tanah kembali sehat, mikroorganisme berkembang, unsur hara stabil, maka tanaman akan tumbuh lebih kuat. Dari tanah yang hidup akan lahir kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Diskusi Interaktif, Petani Optimistis Terapkan Inovasi
Memasuki sesi tanya jawab, suasana semakin hidup. Para petani menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari menurunnya produktivitas lahan, tingginya biaya pupuk kimia, hingga tantangan pascabencana.
Seluruh pertanyaan dijawab secara langsung oleh Tim MoRa melalui pendekatan ilmiah yang mudah dipahami sehingga para peserta memperoleh gambaran praktis mengenai penerapan metode Pertanian Purba di lahan masing-masing.
Antusiasme peserta menunjukkan besarnya harapan agar program pendampingan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga inovasi hasil riset benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Hilirisasi Riset untuk Indonesia yang Berkelanjutan
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa hasil penelitian perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara langsung untuk menjawab persoalan masyarakat.
Melalui Program MoRa LPDP, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat hilirisasi riset agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi mampu menjadi solusi bagi persoalan pertanian, lingkungan, dan ketahanan pangan nasional.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani diharapkan menjadi model pembangunan berbasis ilmu pengetahuan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Manfaat bagi Masyarakat
Penerapan metode Pertanian Purba memberikan berbagai manfaat nyata, antara lain:
- Memulihkan kesuburan tanah yang rusak akibat bencana maupun penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.
- Mengurangi biaya produksi pertanian melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar petani.
- Meningkatkan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan.
- Menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan lingkungan.
- Memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
- Mendorong kemandirian petani melalui inovasi sederhana yang mudah diterapkan.
- Mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, dan ilmu pengetahuan dalam praktik pertanian modern.
Sebagai penutup rangkaian ekspedisi di Sumatera Barat, kegiatan ini menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata. Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, hasil riset kampus diharapkan terus menjadi inspirasi bagi terwujudnya pertanian Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.


