UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) memperkuat penjajakan kerja sama strategis dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia melalui Puspa Komdigi. Pertemuan yang membahas pengembangan talenta digital, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga peluang kolaborasi dalam program Sekolah Rakyat tersebut berlangsung di kantor Komdigi Jakarta, Senin (10/8/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk mematangkan rencana kerja sama antara UIN SSC dan Puspa Komdigi sekaligus membahas ruang lingkup nota kesepahaman (MoU) agar dapat diimplementasikan melalui program-program yang konkret, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.
Puspa Komdigi Buka Peluang Kolaborasi Lebih Luas
Kepala Puspa Komdigi RI, Dr. Noor Iza, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas partisipasi sivitas akademika UIN SSC yang telah mengikuti berbagai program pelatihan di Puspa Komdigi. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pijakan awal untuk memperluas kolaborasi antara Puspa Komdigi dan UIN SSC.
Dalam dialog tersebut, Noor Iza menjelaskan bahwa kerja sama yang selama ini banyak diarahkan kepada ASN kini memiliki peluang untuk diperluas melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Cakupan kerja sama juga tidak terbatas pada Puspa Komdigi, tetapi dapat melibatkan Pusat Literasi Digital dan Kreativitas Digital di bawah BPSDM Komdigi.
“Kolaborasi ini dapat dikembangkan melalui berbagai program pelatihan yang disesuaikan dengan profil dan kebutuhan peserta. UIN SSC memiliki potensi yang besar untuk terlibat dalam pengembangan talenta digital,” jelas Noor Iza.
Salah satu peluang yang menjadi perhatian adalah sinergi dengan program Sekolah Rakyat, khususnya dalam penguatan kompetensi guru. Puspa Komdigi juga membuka peluang agar program pelatihan dapat disalurkan melalui Pusat Pengembangan Talenta Digital.
Dalam pengembangan kerja sama tersebut, Viny Damayanti ditunjuk sebagai Ketua Tim Kerja Sama dari pihak Puspa Komdigi.
UIN SSC Dorong Kolaborasi Berbasis Tri Dharma
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN SSC, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas inisiasi kolaborasi yang dibangun bersama Puspa Komdigi.

Menurut Hajam, kerja sama tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan karakter UIN SSC sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis digital.
“UIN Siber bergerak secara spesifik di bidang digitalisasi. Karena itu, kolaborasi dengan Komdigi menjadi sangat strategis dan relevan untuk dikembangkan, khususnya dalam mencetak talenta digital yang memiliki kompetensi sekaligus karakter,” ujar Hajam.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama dapat diarahkan untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada bidang pendidikan dan pengajaran, UIN SSC siap dilibatkan dalam program Sekolah Rakyat. Sementara pada bidang penelitian, keberadaan Program Studi Informatika membuka peluang kolaborasi riset di bidang teknologi dan digitalisasi.
Adapun dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, UIN SSC siap bersinergi dengan Komdigi dalam berbagai program literasi dan pemberdayaan masyarakat yang berkaitan dengan transformasi digital.
Hajam juga menyampaikan sejumlah alternatif momentum penandatanganan MoU, di antaranya kegiatan AICIS pada November, PBAK pada Agustus, agenda wisuda UIN SSC, maupun seremoni khusus yang diselenggarakan di Jakarta.
MoU Diarahkan pada Program yang Implementatif
Ketua Tim Kerja Sama Puspa Komdigi, Viny Damayanti, menekankan bahwa penyusunan MoU perlu dilakukan secara matang, terutama dalam menentukan ruang lingkup kerja sama.
Menurutnya, kedua pihak perlu memastikan apakah MoU akan disusun dalam bentuk umum atau mengarah pada kerja sama yang lebih spesifik.
“Yang paling penting, MoU yang disepakati nantinya tidak berhenti pada dokumen kerja sama, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata melalui kegiatan yang jelas,” ungkap Viny.
Ia menambahkan, apabila kerja sama telah mengerucut pada bidang tertentu dan menghasilkan program berkelanjutan, implementasinya dapat diturunkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) sesuai dengan satuan kerja yang berkaitan.
Viny juga menjelaskan bahwa format dan lokasi penandatanganan MoU masih perlu dimatangkan. Apabila dilaksanakan di Cirebon, perlu dipastikan adanya momentum besar yang relevan. Sementara jika dilaksanakan di Jakarta, kedua pihak perlu menyiapkan format kegiatan yang sesuai.
Cetak Talenta Digital hingga Menjadi Mentor
Peluang pengembangan talenta digital turut disampaikan Charviano Hardika, Ketua Tim Program Pengembangan Kompetensi Fungsional Teknis Administrasi dan Komunikasi.
Charviano menjelaskan bahwa Puspa Komdigi dapat memberikan pelatihan sebagai bagian dari upaya mencetak talenta-talenta digital berkualitas dari UIN SSC.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan. Setelah UIN SSC memiliki semakin banyak talenta digital yang kompeten, terdapat peluang bagi sivitas akademika maupun talenta yang telah dikembangkan untuk kembali berkontribusi sebagai pelatih atau mentor dalam program Sekolah Rakyat.
Dengan pola tersebut, kerja sama diharapkan dapat membangun ekosistem pengembangan talenta yang berkelanjutan. UIN SSC tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga berpotensi menjadi mitra dalam memperkuat kapasitas talenta digital di masyarakat.
Peluang Orasi Ilmiah dan Kunjungan Menteri
Pertemuan juga membahas peluang menghadirkan Menteri Komunikasi dan Digital dalam agenda di UIN SSC. Dr. Noor Iza menyampaikan bahwa UIN SSC perlu mengirimkan surat permohonan resmi beserta Term of Reference (TOR) secara lengkap yang ditujukan kepada Menteri.
Dokumen tersebut perlu memuat profil kampus dan estimasi jumlah mahasiswa yang akan hadir. Puspa Komdigi selanjutnya akan membantu proses endorsement terhadap rencana tersebut. Respons awal dari pihak asisten Menteri dalam pembahasan disebut menunjukkan sinyal positif.
Selain menghadiri agenda kampus, terdapat peluang bagi Menteri untuk memberikan orasi ilmiah di UIN SSC. Rencana tersebut masih memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.
Noor Iza juga menyampaikan bahwa kunjungan Menteri ke daerah biasanya dapat dirangkaikan dengan agenda kunjungan ke sedikitnya dua pesantren. Karena itu, aspek tersebut dapat dipertimbangkan dalam penyusunan rencana kegiatan apabila agenda kunjungan ke Cirebon dapat direalisasikan.
Menindaklanjuti Kerja Sama UIN SSC dan Komdigi

Pertemuan di Komdigi Jakarta menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut. UIN SSC akan menyusun surat permohonan resmi dan TOR untuk rencana agenda Menteri, dilengkapi profil kampus, estimasi audiens, wacana orasi ilmiah, serta kemungkinan rangkaian kunjungan ke pesantren.
Di sisi lain, Tim Kerja Sama Puspa Komdigi bersama UIN SSC akan mematangkan ruang lingkup MoU, termasuk menentukan apakah kesepakatan akan bersifat general atau khusus serta mempersiapkan kemungkinan PKS sebagai bentuk implementasi kerja sama.
Kedua pihak juga akan menentukan momentum dan lokasi penandatanganan MoU dengan mempertimbangkan sejumlah alternatif, seperti AICIS pada November, PBAK pada Agustus, agenda wisuda UIN SSC, maupun seremoni khusus di Jakarta.
Kolaborasi UIN SSC dan Puspa Komdigi diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem talenta digital sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam transformasi digital. Melalui sinergi pendidikan, penelitian, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama tersebut diarahkan tidak sekadar menghasilkan kesepakatan administratif, tetapi melahirkan program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika dan masyarakat.


