UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menerima kunjungan benchmarking dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta Pusat. Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Siber Lantai 4 itu membahas digitalisasi pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Kamis, (29/10/26)
Rombongan BPOM yang terdiri dari delapan orang dipimpin Renggo Triwijoho, S.Kom. Mereka disambut langsung oleh jajaran pimpinan UIN Siber, yakni Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag. Plt. Kepala Biro AKU H. Moh. Khuailid, S. Ag., M.Pd.I. Kepala Bagian Umum dan Akademik Zainal Arifin, S.Ag. ; Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Riyanto, S. Kom., M. Kom, serta sejumlah pegawai Bagian Umum.
Dalam sambutannya, Renggo menyampaikan bahwa kedatangan rombongan bertujuan mempelajari pengelolaan barang dan jasa di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Menurut dia, pilihan itu didasari karakter UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi berbasis siber. BPOM ingin mengetahui secara langsung bagaimana proses pengelolaan barang dan jasa berjalan di kampus tersebut.
Menanggapi hal itu, Prof. Jamali mengatakan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon masih tergolong baru. Kampus ini ditetapkan sebagai pilot project dari KMA 860 Tahun 2022 kampus siber oleh Menteri Agama, sehingga belum bisa disebut senior.
“Alhamdulillah, kami selalu berusaha memenuhi tantangan, agar pelayanan kepada sivitas akademika dapat ditingkatkan melalui layanan digital,” ujar Jamali.
Ia menambahkan, upaya itu ditopang peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai pelatihan. Dalam layanan barang dan jasa, Pustikom sebagai leading sector terus berinovasi hingga lahir aplikasi pendukungnya.
Pada sesi berikutnya, Riyanto memaparkan pengelolaan barang dan jasa di lingkungan kampus. Paparan itu dilanjutkan dengan diskusi antara kedua pihak.


