UIN Siber Cirebon (Kuningan) – UKM Hay’atu Tahfidzil Qur’an (HTQ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Gerakan Mengajar Desa (GMD). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HTQ Mengabdi 2026 ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 6, 7, dan 10 Juli 2026, bertempat di Mushala Al-Karim, Dusun Pahing, Desa Sangkanurip, Kabupaten Kuningan.
Program Gerakan Mengajar Desa menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang menyenangkan bagi anak-anak desa. Melalui pendekatan yang edukatif dan partisipatif, mahasiswa HTQ tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga berupaya menanamkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam sejak usia dini sekaligus mempererat hubungan antara sivitas akademika dan masyarakat.
Pembelajaran Al-Qur’an Dikemas Interaktif dan Menyenangkan
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa HTQ memberikan materi dasar membaca Al-Qur’an, tahsin, hafalan surat-surat pendek, doa harian, serta pendidikan akhlak Islami. Proses pembelajaran dirancang secara interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus menikmati setiap sesi yang diberikan.

Berbagai metode kreatif diterapkan, mulai dari games edukatif, kuis, ice breaking, hingga pemberian hadiah apresiasi bagi peserta yang aktif. Suasana belajar yang hangat dan menyenangkan membuat anak-anak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan sekaligus mendorong mereka untuk lebih percaya diri dalam belajar Al-Qur’an.
Pendekatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata.
Wujud Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat
Ketua Umum UKM HTQ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Fakhri Nabil Aban, menyampaikan bahwa Gerakan Mengajar Desa bukan sekadar program kerja organisasi, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan keagamaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah kecil yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Semoga semangat belajar Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan generasi muda, serta menjadi ladang amal dan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Fakhri.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian seperti ini menjadi sarana pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Menanamkan Nilai Keislaman dan Kepedulian Sosial
Melalui Gerakan Mengajar Desa, UKM HTQ berharap anak-anak di Desa Sangkanurip semakin termotivasi untuk belajar Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Program ini mempertegas komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program pengabdian yang berkelanjutan.


