UIN Siber Cirebon – UPT Pengembangan Karir Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon memperkuat kesiapan calon lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) dalam menghadapi dunia profesional melalui Workshop Career Readiness 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Pascasarjana Lantai 3 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Senin (10/8/2026), menjadi bagian dari rangkaian pelepasan calon wisudawan FDKI dengan tema “Beyond Graduation: Mengukir Jejak, Membangun Peradaban.”
Workshop tersebut dirancang sebagai jembatan antara pencapaian akademik dan kebutuhan dunia kerja. Calon lulusan dibekali pemahaman mengenai perencanaan karier, dinamika industri, strategi menghadapi proses rekrutmen dan wawancara, negosiasi profesional, hingga pemahaman mengenai regulasi serta layanan ketenagakerjaan.
Menjembatani Kompetensi Lulusan dengan Dunia Kerja
Kepala UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Wahyono, M.Pd.I., memberikan dukungan terhadap penguatan career readiness bagi calon lulusan FDKI. Kehadiran UPT Pengembangan Karir menegaskan bahwa pendampingan mahasiswa tidak berhenti pada penyelesaian studi, tetapi juga berlanjut pada tahap transisi menuju kehidupan profesional.
Penguatan kesiapan karier diarahkan agar calon lulusan mampu mengenali potensi dan kompetensi diri, menentukan tujuan karier, membangun portofolio, memperluas jejaring, memahami kebutuhan pasar kerja, serta mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu mengomunikasikan kemampuan, beradaptasi terhadap perubahan, serta mengambil keputusan karier secara matang.
Kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Perluas Wawasan Lulusan
Penguatan materi career readiness turut didukung melalui kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon. ., hadir memberikan perspektif mengenai ekosistem dunia kerja, regulasi ketenagakerjaan, peluang karier, serta layanan pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh lulusan.

Perspektif tersebut memberikan pemahaman bahwa kesiapan memasuki dunia profesional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mencakup pengetahuan mengenai hak dan tanggung jawab dalam hubungan kerja, perubahan kebutuhan tenaga kerja, serta berbagai peluang dan layanan yang tersedia bagi pencari kerja.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sekaligus memperluas wawasan calon lulusan agar mampu melihat dunia kerja secara lebih utuh dan realistis.
Bekali Lulusan dengan Strategi Karier dan Rekrutmen
Workshop menghadirkan sejumlah materi yang saling melengkapi. Bambang Setiawan, M.Pd., Ketua Jurusan BKI UIN SSC, menyampaikan materi “The Industry Blueprint: Memahami Trend, Standar, dan Kebutuhan Pasar Kerja Modern”. Materi tersebut memberikan perspektif mengenai dinamika industri serta kompetensi yang dibutuhkan dalam pasar kerja modern.
Sementara itu, Herny Gusbrava, Konsultan HR sekaligus Dosen FDKI UIN SSC, menyampaikan materi “Winning the Interview: Taktik Menjawab Pertanyaan HRD dan Negosiasi Profesional”. Peserta diarahkan memahami wawancara sebagai proses komunikasi profesional yang membutuhkan kemampuan menyampaikan pengalaman, kompetensi, karakter, serta nilai yang dapat diberikan kepada organisasi.

Penanggung Jawab kegiatan, Herny Gusbrava, menegaskan bahwa career readiness perlu diberikan secara aplikatif agar calon lulusan tidak hanya memperoleh motivasi, tetapi juga memiliki gambaran konkret mengenai langkah yang perlu dilakukan setelah menyelesaikan studi.
Dari Kelulusan Menuju Kontribusi Profesional
Workshop Career Readiness 2026 menjadi bagian dari kolaborasi FDKI, UPT Pengembangan Karir UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dinas Ketenagakerjaan Kota Cirebon, narasumber, serta unsur mahasiswa. M. Afadli Armadan bertugas sebagai Ketua Pelaksana dan Ervi Paradiva Ramdani sebagai Wakil Ketua Pelaksana, dengan dukungan panitia dari SEMA dan DEMA FDKI.

Kolaborasi lintas unsur tersebut menunjukkan bahwa kesiapan lulusan membutuhkan keterhubungan antara dunia akademik, dunia profesional, dan pemerintah. Melalui pembekalan ini, calon wisudawan diharapkan mampu mengubah kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan menjadi karya dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Semangat “Beyond Graduation” pun memperoleh makna yang lebih konkret. Kelulusan bukan menjadi akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengembangkan kompetensi, menangkap peluang, membangun karier, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Kelulusan menjadi lebih bermakna ketika kompetensi akademik terhubung dengan kesiapan memasuki dunia profesional.”


