Dr. H. Ayus A. Yusuf Tinjau Langsung Pelaksanaan CBT dan Wawancara Seleksi Mandiri PJJ, Tegaskan Komitmen UIN Siber Cirebon Hadirkan Layanan Pendidikan Digital Berkualitas
UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memastikan kualitas penyelenggaraan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Seleksi Mandiri Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun Akademik 2026/2027. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan monitoring yang dilakukan langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., pada pelaksanaan seleksi daring yang berlangsung Senin–Selasa, 20–21 Juli 2026, di Gedung Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Wakil Rektor I didampingi oleh Kepala UPT Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Dr. Muslihuddin, M.Ag., serta Sekretaris UPT PJJ, Listiana Ikawati, M.Hum. Ketiganya meninjau secara langsung seluruh tahapan pelaksanaan seleksi, mulai dari kesiapan sistem Computer Based Test (CBT), proses wawancara daring, hingga koordinasi panitia dan pengawas yang bertugas.
Memastikan Seleksi Berjalan Objektif, Transparan, dan Akuntabel
Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya universitas untuk memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai standar mutu akademik, transparan, objektif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh calon mahasiswa.
Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si., menyampaikan bahwa pelaksanaan PMB PJJ merupakan wajah pelayanan akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia. Karena itu, setiap tahapan seleksi harus dilaksanakan secara profesional dengan dukungan teknologi informasi yang andal.
“Kami ingin memastikan seluruh proses Seleksi Mandiri Program Studi Pendidikan Jarak Jauh berjalan dengan baik, mulai dari kesiapan infrastruktur digital, pelaksanaan CBT, proses wawancara, hingga pelayanan kepada peserta. Transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas menjadi prinsip utama agar setiap calon mahasiswa memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi secara adil,” ujar Dr. Ayus.
Menurutnya, sistem seleksi berbasis digital merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang terus dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk menghadirkan layanan akademik yang mudah diakses, berkualitas, dan menjangkau masyarakat tanpa batas wilayah.
PJJ Membuka Akses Pendidikan Lebih Luas
Pada kesempatan tersebut, Kepala UPT PJJ, Dr. Muslihuddin, M.Ag., menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 187 peserta mengikuti Seleksi Mandiri PJJ dengan memilih lima program studi, yaitu:
- Pendidikan Agama Islam (PAI)
- Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
- Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
- Hukum Keluarga Islam (HKI)
- Sejarah Peradaban Islam (SPI)
Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk 52 peserta dari Kabupaten Banggai, serta satu peserta yang mengikuti seleksi dari Jepang.
“Antusiasme masyarakat terhadap Program Pendidikan Jarak Jauh terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran digital yang dikembangkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin dipercaya sebagai solusi pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan dapat diakses dari mana saja,” jelas Dr. Muslihuddin.
Sistem Seleksi Didukung SDM Profesional
Sementara itu, Sekretaris UPT PJJ, Listiana Ikawati, M.Hum., menyampaikan bahwa panitia telah mempersiapkan seluruh proses seleksi secara matang.
Pelaksanaan seleksi melibatkan:
- 187 peserta yang mengikuti seleksi.
- 15 ruang Zoom yang digunakan secara bersamaan.
- 15 orang pengawas untuk mengawasi jalannya ujian.
- 15 dosen pewawancara yang menilai kompetensi dan kesiapan akademik calon mahasiswa.
Menurutnya, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjaga kualitas penerimaan mahasiswa baru sekaligus memberikan pengalaman seleksi yang nyaman dan profesional.
Komitmen Menjadi Cyber Islamic University Berkelas Dunia
Monitoring yang dilakukan Wakil Rektor I menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan mutu tata kelola akademik berbasis teknologi informasi.
Melalui Program Studi Pendidikan Jarak Jauh, universitas terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil maupun di luar negeri.
Dengan dukungan infrastruktur digital yang kuat, tenaga pendidik yang kompeten, serta sistem seleksi yang transparan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Dr. Ayus berharap seluruh rangkaian Seleksi Mandiri PJJ Tahun Akademik 2026/2027 dapat berjalan lancar hingga proses penetapan mahasiswa baru.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap calon mahasiswa yang bergabung di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperoleh layanan akademik terbaik sejak proses seleksi. Melalui Program Pendidikan Jarak Jauh, kami berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berbasis teknologi sehingga dapat menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia bahkan dunia. Inilah wujud transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang terus berinovasi untuk mencetak generasi unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global,” tegas Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si.





